BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Memasuki awal tahun 2026, Asuransi Jasindo kembali menggelar kegiatan Literasi Keuangan & Manajemen Risiko di Bali. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/1/2026) di The Hub Bali ini mengusung tema ‘Generasi Cerdas & Terproteksi’.
Program literasi tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda, akan edukasi keuangan yang relevan, mudah dipahami, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Asuransi Jasindo dalam mendukung penguatan sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), sejalan dengan arah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, menegaskan pentingnya pendekatan literasi keuangan yang kontekstual agar mudah diterima generasi muda.
“Kami percaya generasi muda memiliki kapasitas pemahaman yang tinggi apabila diberikan contoh dan pendekatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang agar pesan literasi keuangan dapat diterima secara lebih mudah dan aplikatif,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, Asuransi Jasindo menekankan pentingnya pemahaman terhadap manajemen risiko, termasuk perlindungan aset dan properti. Generasi muda yang mulai memiliki hunian, usaha kecil, maupun aset produktif dinilai perlu memahami potensi risiko seperti kebakaran, banjir, hingga kerusakan bangunan akibat kejadian tak terduga.
Tanpa perlindungan yang memadai, risiko tersebut dapat menimbulkan dampak finansial signifikan bagi individu maupun keluarga. Melalui asuransi properti dan asuransi kecelakaan diri, risiko kerugian dapat dikelola secara lebih terukur sehingga memberikan rasa aman serta kepastian finansial dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Asuransi Jasindo juga menghadirkan David Allen, kreator konten sekaligus sportscaster Bali United, yang berbagi pengalaman dan sudut pandang inspiratif terkait kesiapan finansial serta pentingnya pengelolaan risiko sejak usia muda.
Menurut Brellian, kehadiran David Allen dinilai mampu menyampaikan pesan edukasi dengan pendekatan yang lebih dekat, komunikatif, dan relevan dengan keseharian peserta.
Tidak hanya sebatas edukasi, Asuransi Jasindo juga memberikan perlindungan Asuransi Personal Accident (PA) secara gratis kepada seluruh peserta. Inisiatif ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan dalam menghadirkan manfaat perlindungan yang dapat langsung dirasakan.
“Perkembangan zaman membawa tantangan yang semakin beragam. Literasi keuangan menjadi bekal penting dalam pengambilan keputusan di masa depan, terutama untuk memahami risiko dan langkah antisipatif yang bisa dilakukan,” tambah Brellian.
Ia juga menyoroti tingginya risiko bencana alam di Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), estimasi biaya pemulihan kerusakan akibat banjir di Sumatera beberapa waktu lalu mencapai Rp51,82 triliun, mencakup kerusakan rumah, infrastruktur, fasilitas umum, hingga aset produktif.
“Besarnya dampak finansial akibat bencana menunjukkan betapa pentingnya perlindungan yang terencana sejak dini,” tegasnya.
Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Asuransi Jasindo menegaskan komitmennya untuk terus membangun ketahanan keuangan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi risiko dan mengambil keputusan finansial secara bijak.(tis/bpn)













