BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – CAST Foundation bersama Meaningful Design Group dan Fab Lab Bali meluncurkan pameran Desa Utak Atik, bagian dari pilot project ‘Green Hydrogen Village’ atau Desa Hidrogen Hijau di Serangan, Denpasar, sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih nasional melalui pemanfaatan hidrogen terbarukan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (6/12/2025).
Inisiatif ini berada di dalam payung Koalisi Bali Emisi Nol Bersih (ENB) 2045, yang terdiri dari CAST Foundation, Fab Lab Bali, Meaningful Design Group, World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus (NEX) Indonesia, Azura Indonesia, dan didukung oleh ViriyaENB.
Technical Advisor Fab Lab Bali, Eka Prawira, menjelaskan bahwa pihaknya kali ini mengembangkan teknologi elektrolisis untuk memproduksi hidrogen dari air, yang kemudian dapat disalurkan sebagai sumber energi.
“Melalui elektrolisis, molekul air dipecah menjadi hidrogen dan oksigen. Hidrogen ini dapat diolah kembali melalui fuel cell sehingga menghasilkan listrik. Potensi Indonesia sangat besar karena sebagai negara kepulauan, akses terhadap sumber air sangat luas,” ujar Eka.
Ia menambahkan bahwa hidrogen menjadi energi alternatif dengan dampak lingkungan rendah dibandingkan sistem kendaraan listrik berbasis baterai yang membutuhkan proses penambangan besar-besaran.
Co-Founder CAST Foundation, Wan Zaleha Radzi, menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal pemberdayaan komunitas.
“Kami ingin teknologi dipahami sebagai sesuatu yang natural, tidak mengintimidasi. Anak-anak dan warga dilibatkan langsung agar mampu melihat teknologi sebagai bagian solusi hidup sehari-hari, bukan sekadar konsep asing,” jelasnya.
Melalui workshop maker space, digital fabrication, hingga pembuatan perangkat berbasis surya, drone, dan mini circuit learning, masyarakat diajak memahami teknologi melalui pendekatan bermain (learning through play).
Co-Founder sekaligus Ketua Dewan Pembina CAST, Dr. Ilham Akbar Habibie, menekankan pentingnya inovasi berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
“Kita ingin mengubah masyarakat dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi. Inovasi tak selalu besar, ia bisa sederhana tapi berguna, dan yang terpenting melibatkan komunitas sejak awal,” ujarnya.

Ilham menegaskan konsep ‘inovasi terbuka’ (open innovation) di mana solusi teknologi dikembangkan bersama pengguna, bukan ditentukan sepihak dari luar.
“Kuncinya adalah melibatkan masyarakat sebagai co-creator. Teknologi yang tumbuh akan lebih diterima karena berangkat dari konteks budaya dan kebutuhan lokal,” tambahnya.
Melalui Desa Hidrogen Hijau, CAST Foundation berharap Serangan menjadi model pertama energi hidrogen komunal di Bali yang kelak dapat direplikasi di desa-desa pesisir lain.
Program ini juga sejalan dengan agenda Bali menuju emisi nol bersih 2045, sekaligus membuka ruang partisipasi generasi muda dalam penciptaan teknologi energi baru terbarukan.(tis/bpn)













