Kegiatan Talkshow #KitaGerakBareng berantas korupsi. Sumber Foto : Istiemwa
Kegiatan Talkshow #KitaGerakBareng berantas korupsi. Sumber Foto : Istiemwa

BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Komunitas Kita Gerak Bareng berkolaborasi dengan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar Talkshow Antikorupsi bertajuk ‘Membangun Integritas dan Mindset Antikorupsi Mulai dari Desa’ pada Selasa (25/11/2025) di Puri Banyuning, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Kegiatan ini menjadi langkah progresif generasi muda yang tergabung dalam Komunitas Kita Gerak Bareng untuk berkontribusi dalam pencegahan korupsi di level desa sebagai akar pemerintahan. Tidak hanya menjadi ruang diskusi, talkshow ini juga dirancang sebagai wadah refleksi dan edukasi inspiratif untuk memperkuat budaya integritas mulai dari lingkungan terdekat.

Peserta yang hadir berasal dari kalangan generasi muda Bali, pemerintah lokal, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, hingga masyarakat umum. Mereka diajak memahami makna integritas, bahaya korupsi, serta cara-cara sederhana mencegah praktik penyimpangan melalui pendekatan psikologis dan pembiasaan nilai sejak dini.

Talkshow dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, disusul kehadiran Camat Abiansemal, Sekretaris Desa, BPD, Bendesa Adat, TP PKK Desa, KTI, LPM, dan Sekaa Teruna desa setempat.

Dalam sambutannya, Wawan Wardiana mengapresiasi kolaborasi Komunitas Kita Gerak Bareng yang digerakkan oleh Ni Luh Rosita Dewi, alumni Program Bootcamp Antikorupsi Nasional Sintesis KPK Tahun 2025.

Ia menilai inisiatif komunitas ini sebagai bentuk nyata peran generasi muda dalam memperkuat gerakan pencegahan korupsi di akar rumput melalui edukasi dan advokasi.

Sesi talkshow menghadirkan tiga narasumber utama, yakni: Analis Ahli Pemberantasan Tipikor KPK RI, Rommy Iman Sulaiman; Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Bali, Desak Putu Jenny; serta Psikolog Klinis, Ni Luh Arick Istriyanti, S.Psi., M.Psi.

Ketiganya membawakan materi yang saling melengkapi, mulai dari aspek hukum, edukasi publik, hingga sudut pandang psikologis terkait pembentukan mindset antikorupsi.

Koordinator Kita Gerak Bareng, Rosita Dewi, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas bidang ini untuk menghadirkan pemahaman komprehensif tentang perilaku koruptif dan cara memutus rantainya.

“Saya berharap hadirnya aspek psikologis dapat memberikan pencerahan terkait pentingnya anti-corruption mindset. Korupsi bukan hanya persoalan hukum atau politik, tetapi juga persoalan psikologis yang mengakar dalam pola pikir, pembiasaan, dan nilai yang dibentuk sejak muda,” ujar Rosita.

Ia menambahkan bahwa integritas merupakan hasil perkembangan moral. Karena itu, keputusan untuk tidak melakukan korupsi tidak boleh hanya didorong rasa takut terhadap hukuman, tetapi harus didasari pemahaman nilai, empati, tanggung jawab sosial, serta komitmen jangka panjang terhadap integritas.

Rosita juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan.

“Terima kasih kepada kawan-kawan Tim Kita Gerak Bareng yang sudah berusaha optimal. Dengan bermodalkan semangat dan dana Rp0 alias tanpa modal, kita tetap bisa memproduksi kegiatan dengan baik,” tutupnya.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News