Bio Farma Jadi Tuan Rumah Forum Produsen Vaksin Dunia, Indonesia Pimpin Kemandirian Vaksin Global
Bio Farma Jadi Tuan Rumah Forum Produsen Vaksin Dunia, Indonesia Pimpin Kemandirian Vaksin Global. Sumber Foto : BPN

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Indonesia kembali menunjukkan perannya dalam peta industri vaksin dunia dengan menjadi tuan rumah 26th Developing Countries Vaccine Manufacturers Network Annual General Meeting (DCVMN AGM) 2025 yang digelar di Bali.

Mengusung tema “Advancing Innovation & Building Resilient Vaccine Ecosystem for a Safer World,” pertemuan ini mempertemukan lebih dari 350 peserta dari 17 negara dan 46 perusahaan anggota jaringan DCVMN.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa forum ini menjadi bukti komitmen negara berkembang untuk mewujudkan kemandirian vaksin dan mengurangi ketergantungan terhadap negara maju.

“Organisasi ini dibuat agar negara-negara berkembang tidak tergantung pada vaksin dari negara lain. Ini adalah pertemuan ke-26, jauh sebelum vaksin COVID-19 menjadi masalah global. Vaksin telah menjadi game changer bagi berbagai penyakit agar bisa dihindari dan disembuhkan,” ujar Dante dalam jumpa pers di The Meru Denpasar, Rabu (29/10/2025).

Dante menambahkan, pemerintah Indonesia terus mendorong kolaborasi lintas sektor dan memperkuat industri bioteknologi dalam negeri.

“Kita punya Bio Farma yang menjadi tuan rumah kegiatan DCVMN kali ini, sekaligus simbol kemampuan Indonesia di bidang bioteknologi,” tegasnya.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menyampaikan bahwa pihaknya menjadi co-host AGM tahun ini sekaligus bagian penting dalam ekosistem vaksin global.

“Produk kami telah digunakan di lebih dari 150 negara dan sudah mendapatkan pra-kualifikasi WHO, artinya kami telah memenuhi persyaratan global untuk mutu, keamanan, dan khasiat,” jelas Shadiq.

Ia menuturkan, forum ini menjadi ajang memperkuat jejaring dan mencari solusi pembiayaan agar negara berkembang tidak terus bergantung pada bantuan luar.

“Kami memanfaatkan momentum ini untuk membangun inovasi dan kolaborasi pendanaan, mendorong kemandirian vaksin di masing-masing negara,” tambahnya.

Bio Farma juga menampilkan capaian dalam berbagai program imunisasi global, termasuk vaksin polio yang digunakan UNICEF serta keberhasilan dalam transfer teknologi dua arah dengan berbagai negara mitra.

“Kami berkomitmen menciptakan produk yang affordable dan berkualitas tinggi untuk mendukung program pemerintah maupun pasar global,” ujarnya.

Board Chair DCVMN 2023–2025, Adriansjah Azhari menuturkan bahwa pertemuan kali ini berfokus pada penguatan kolaborasi riset dan kapasitas produksi antarnegara berkembang.

“Negara berkembang memiliki potensi besar dalam pasokan vaksin global, terutama di masa pandemi. Melalui kolaborasi ini, kita mencari solusi bersama untuk memperkuat kapasitas dan hasil penelitian,” jelasnya.

Sementara CEO DCVMN, Rajinder Suri menekankan pentingnya peran jejaring ini untuk menghadapi tantangan kesehatan global di masa depan.

“Kami akan terus meningkatkan kemampuan dan bersiap mendukung organisasi seperti CEPI dan WHO untuk menghadapi tantangan kesehatan global yang akan datang,” ungkapnya.

DCVMN merupakan jejaring global yang berdiri sejak tahun 2000, beranggotakan 46 produsen vaksin dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Organisasi ini aktif menjalin kerja sama dengan lembaga internasional seperti WHO, UNICEF, Gavi, CEPI, PATH, dan Gates Foundation untuk memperkuat kapasitas produksi vaksin di negara berkembang.

Melalui penyelenggaraan DCVMN AGM 2025, Indonesia diharapkan semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat inovasi vaksin global, sekaligus menggerakkan kolaborasi South-to-South yang lebih kuat.

Bio Farma pun diharapkan terus memainkan peran strategis sebagai penggerak kemandirian vaksin dunia, sejalan dengan visi Indonesia membangun ekosistem kesehatan global yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News