BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI — Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menggelar kegiatan Aksi Sosial ‘Membina dan Berbagi’ Tahun 2025 di Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Senin (20/10/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman dan implementasi transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (6 SPM), sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan langsung Ketua TP Posyandu Provinsi Bali beserta rombongan.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali yang telah berkenan hadir ke Desa Belancan. Kehadiran ini membawa semangat baru bagi kami dalam memahami arah kebijakan dan pelaksanaan Posyandu sesuai regulasi terbaru,” ujar Ny. Sariasih Sedana Arta.
Ia menambahkan, Kabupaten Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan 4 kelurahan, dengan dukungan 4.196 kader aktif. Para kader kini berperan dalam enam bidang pelayanan minimal, yaitu:
- Bidang Pendidikan (470 kader)
- Bidang Kesehatan (1.922 kader)
- Bidang Pekerjaan Umum (451 kader)
- Bidang Perumahan Rakyat/Perkim (454 kader)
- Bidang Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat (454 kader)
- Bidang Sosial (445 kader)
Menurutnya, sosialisasi terkait transformasi kelembagaan Posyandu 6 SPM telah dilaksanakan di seluruh kecamatan di Bangli, melibatkan pembina kecamatan, desa, kader, dan perangkat desa. Langkah ini menjadi pondasi penting dalam memastikan fungsi Posyandu tidak hanya terbatas pada layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, sosial, dan ketahanan keluarga.
Sementara itu, Ny. Putri Suastini Koster dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ‘Membina dan Berbagi’ merupakan wujud nyata perhatian Pemerintah Provinsi Bali terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penguatan peran Posyandu.
“Posyandu hari ini bukan lagi sekadar tempat menimbang balita atau pelayanan kesehatan ibu. Sesuai amanat Permendagri 13 Tahun 2024, Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat terpadu lintas sektor, yang menyentuh semua aspek dasar kehidupan warga,” tegas Ny. Putri Suastini Koster.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak pelayanan di desa. Mereka bukan hanya relawan, tetapi juga pelita yang menerangi masyarakat dari tingkat paling bawah. Mari kita jaga semangat gotong royong dan kerja ikhlas ini demi Bali yang sehat, cerdas, dan bahagia,” tambahnya.
Kegiatan “Membina dan Berbagi” ini juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial, pembinaan kader, dan diskusi interaktif mengenai praktik terbaik pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Kehadiran TP Posyandu Provinsi Bali diharapkan dapat menjadi katalisator peningkatan mutu pelayanan Posyandu di Bangli, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan sosial di tingkat desa.(an/bpn)













