BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Media sosial dihebohkan oleh kabar eliminasi seekor anjing betina di Banjar Biaslantang Kaler, Desa Purwa Kerthi, Kecamatan Abang, Karangasem. Anjing yang baru saja beranak di semak-semak itu ditemukan tewas setelah dibunuh oleh petugas Puskeswan, Selasa (30/9/2025).
Kasus bermula dari laporan adanya anjing liar agresif yang menggigit dua tamu di kawasan Ariana Beach Resort, Senin (29/9/2025). Anjing berwarna hitam tanpa kalung atau tanda pengenal itu kemudian menjadi perhatian pihak desa dan hotel.
Keesokan harinya, petugas Puskeswan Abang bersama perangkat desa turun ke lokasi. Berdasarkan kesepakatan dengan pihak hotel, diputuskan anjing tersebut harus dieliminasi. Namun yang mengejutkan, anjing itu ternyata baru saja melahirkan. Ia ditemukan mati di depan Asling Villa, meninggalkan empat anaknya.
Pemilik anjing, Kadek SY, mengaku kecewa karena eliminasi dilakukan tanpa komunikasi dengannya.
“Saya menemukan anak-anak anjing itu ditinggal induknya. Saya merasa tidak ada koordinasi lebih dulu sebelum anjing itu dibunuh,” keluhnya.
Situasi sempat memanas hingga dilakukan mediasi antara pemilik, perangkat desa, dan pihak hotel. Akhirnya disepakati bahwa empat anak anjing tersebut diadopsi oleh Ariana Beach Resort, dengan berita acara resmi serta kewajiban melaporkan perkembangan anak anjing setiap 10 hari sekali.
Kabar ini viral setelah diunggah ke Facebook, memicu ribuan komentar warganet. Mayoritas mengecam tindakan eliminasi yang dinilai terburu-buru dan tidak memperhatikan kondisi hewan.
Merespons polemik, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karangasem menggelar rapat koordinasi bersama pihak desa, adat, pemilik anjing, serta UPTD Puskeswan. Dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan, disepakati kasus ini dianggap selesai.
“Ke depan, penanganan anjing liar di Karangasem akan difokuskan pada vaksinasi, kontrol populasi, serta program adopsi bukan lagi eliminasi sepihak,” jelas Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Made Sugiarta, Jumat (3/10/2025).
Selain itu, postingan terkait kasus ini di media sosial juga akan dihapus sebagai bagian dari kesepakatan. Masyarakat pun diimbau untuk mendukung program vaksinasi dan pengendalian populasi anjing agar kasus serupa tidak kembali terjadi.(st/bpn)













