BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tim dosen Program Udayana Mengabdi dan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi dan Stimulasi Kesehatan Kardiovaskular pada Anak Usia Sekolah melalui Program Interaktif Sahabat Sehat Jantung” di Sekolah Dasar Negeri 1 Timpag, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Program ini lahir dari keprihatinan meningkatnya prevalensi penyakit kardiovaskular di Bali, termasuk hipertensi dan stroke yang menempati urutan tinggi di Kabupaten Tabanan. Meski sering dianggap sebagai penyakit orang dewasa, faktor risiko penyakit jantung sudah dapat terbentuk sejak masa kanak-kanak, terutama akibat pola makan tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, serta tingginya konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
Ketua tim pengabdian, Ns. Ni Kadek Ayu Suarningsih, S.Kep., MNS., menjelaskan bahwa edukasi kesehatan perlu dilakukan sejak dini melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan.
“Anak-anak lebih mudah menerima pesan kesehatan bila disampaikan dengan cara interaktif. Karena itu, kami menggunakan permainan edukatif, puzzle, video, poster, hingga aktivitas fisik bersama dalam program Sahabat Sehat Jantung,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 21 Agustus 2025 ini melibatkan guru dan siswa/siswi SD Negeri 1 Timpag serta mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sejumlah 71 siswa terlibat dalam kegiatan ini dengan fokus 43 siswa mengikuti kegiatan stimulasi dan edukasi.
Siswa menyampaikan, “kegiatan yang dilakukan sangat menyenangkan, banyak games mengenai Sahabat Sehat Jantung yang seru dan asik.” Selain penyuluhan dan permainan edukatif, para siswa juga diajarkan pemantauan denyut nadi sebelum dan sesudah aktivitas fisik.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Timpag, Ni Putu Kartika Dewi, S.Pd menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun budaya hidup sehat.
“Kami berharap kebiasaan yang ditanamkan sejak sekolah dasar akan terbawa hingga dewasa, sehingga risiko penyakit jantung dapat ditekan,” ujarnya.

Hasil dari program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan jantung, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat, seperti membawa bekal bergizi dan berolahraga rutin minimal 60 menit per hari. Dosen pendamping Ns. Nyoman Agus Jagat Raya, S.Kep., MNS menambahkan, “Seluruh siswa antusias dan semangat selama kegiatan edukasi berlangsung. Penyampaian materi yang menyenangkan membantu siswa memahami dan mengenal makanan sehat serta jenis olahraga yang dapat menyehatkan jantung.”
Melalui program Sahabat Sehat Jantung, Universitas Udayana berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sejak dini, sekaligus membentuk generasi muda yang lebih sehat dan peduli akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. (*/bpn)













