
BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Utama Spice, merek wellness alami asal Bali, menggelar acara spesial bertajuk “Reconnect with Nature” di The Kul Kul Farm yang kini hadir dengan wajah baru. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi ruang bagi komunitas untuk berhenti sejenak, berkreasi, serta kembali merasakan keterhubungan dengan alam.
Para peserta diajak mengikuti lokakarya interaktif pembuatan sabun alami yang dipandu langsung oleh tim Utama Spice. Dalam prosesnya, mereka meramu bahan-bahan herbal menjadi produk buatan tangan, sebuah pengingat sederhana namun penuh makna akan keindahan yang bisa ditemukan dalam ritual sehari-hari.
Tidak hanya itu, para tamu juga membawa pulang goodie bag berisi produk wellness Utama Spice dan perlengkapan rumah berkelanjutan dari ChopValue Bali. Inovasi asal Kanada yang kini memiliki mikro-pabrik di Bali ini berhasil mengubah sumpit sekali pakai dan tusuk bambu menjadi furnitur dan perlengkapan rumah karbon-negatif, memberi kehidupan kedua pada material bekas.
Acara ini digelar di The Kul Kul Farm, ruang yang dibangun oleh Orin dan Maria Hardy. Setelah lama dikenal sebagai pusat edukasi permakultur, kini farm tersebut bertransformasi menjadi destinasi eco-hospitality. Pengunjung dapat menikmati lokakarya, retret, hingga pertemuan tim, lengkap dengan pengalaman makan farm-to-table di restoran Taani, akomodasi bambu, serta praktik pertanian regeneratif yang menekankan penghormatan mendalam pada tanah.

Keindahan acara semakin lengkap dengan rangkaian bunga lokal hasil kreasi Ranting Florist, pelopor floristry berkelanjutan di Bali. Bunga-bunga tersebut menjadi karya seni hidup yang merayakan keanekaragaman botani Bali serta keterhubungan manusia dan alam.
“Melalui acara ini, kami ingin menciptakan momen bagi orang untuk memperlambat langkah, terlibat langsung, dan kembali terkoneksi dengan alam,” ujar Ria Templer, Direktur Utama Spice.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan The Kul Kul Farm, ChopValue Bali, dan Ranting Florist mempertegas visi merek untuk menghadirkan sinergi antara kreativitas, keberlanjutan, dan komunitas.
Bagi Utama Spice, acara ini bukan sekadar pertemuan, tetapi juga pengingat bahwa perubahan bermakna bisa dimulai dari hal sederhana—sebatang sabun, hidangan bersama, atau berjalan-jalan di kebun.
Utama Spice didirikan pada 1989 oleh Melanie Templer dan Dayu Suci. Terinspirasi oleh warisan herbal Bali dan prinsip Tri Hita Karana, merek ini konsisten menghadirkan produk perawatan kulit alami yang ramah lingkungan. Utama Spice berkomitmen menggunakan bahan-bahan alami yang diperoleh secara bertanggung jawab, mendukung petani lokal, dan mempraktikkan keberlanjutan demi masa depan yang sehat dan harmonis antara manusia dan alam. (*/bpn)












