Sawah
Ilustrasi Sawah. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Lahan persawahan di Kabupaten Karangasem terus mengalami penyusutan. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distan) Karangasem mencatat, sepanjang tahun 2024 terdapat 161 hektar sawah yang beralih fungsi, sebagian menjadi bangunan dan sebagian lainnya ditanami komoditas non-padi.

Kabid Prasarana dan Sarana Distan Karangasem, Gede Suata Brata, menyebutkan sebagian besar alih fungsi terjadi di Kecamatan Sidemen.

“Kalau data 2025 belum ada, biasanya petugas mendata di akhir tahun. Tapi setiap tahun pasti ada sawah yang beralih fungsi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (22/9/2025).

Baca Juga :  440 Hektare Sawah di Karangasem Berubah Jadi Vila, Kos-kosan dan Perumahan

Meski begitu, total luas persawahan di Karangasem masih tercatat lebih dari 7.022 hektar. Pihaknya berharap petani tetap mempertahankan sawah, sejalan dengan program pemerintah yang tengah gencar mendorong swasembada pangan.

“Kami berupaya maksimal agar petani tidak mengalihkan fungsi sawah. Apalagi Karangasem ditarget menanam padi di atas 15 ribu hektar. Kami juga rutin memberikan benih gratis,” tuturnya.

Sayangnya, produksi padi di Karangasem belum mampu memenuhi kebutuhan pangan seluruh penduduk. Dengan hasil sekitar 65 ribu ton gabah per tahun, setelah diolah hanya menghasilkan sekitar 39 ribu ton beras. Angka itu jauh di bawah kebutuhan konsumsi masyarakat Karangasem yang mencapai lebih dari 111 ribu ton per tahun untuk sekitar 522 ribu jiwa penduduk, berdasarkan data BPS.

Baca Juga :  440 Hektare Sawah di Karangasem Berubah Jadi Vila, Kos-kosan dan Perumahan

Meski begitu, Suata Brata menegaskan kekurangan beras masih bisa ditutupi oleh komoditas pangan lainnya.

“Kalau dihitung semua, termasuk jagung, ubi jalar, kedelai, dan kacang tanah, Karangasem masih bisa dikatakan surplus pangan,” imbuhnya.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News