BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karangasem selama dua hari berturut-turut memicu puluhan bencana alam di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat, sedikitnya 42 laporan bencana masuk dari tujuh kecamatan hanya dalam waktu sehari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, merinci bencana paling banyak terjadi di Kecamatan Manggis dengan 13 kejadian, disusul Sidemen (11 kejadian), Rendang (7 kejadian), Bebandem dan Selat masing-masing 4 kejadian, Karangasem (2 kejadian), serta Abang (1 kejadian).
“Hanya Kecamatan Kubu yang nihil laporan. Untuk wilayah yang terdampak, kejadian bencana didominasi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Sebagian besar sudah berhasil ditangani berkat kerja sama petugas, instansi terkait, dan masyarakat setempat,” jelas Arimbawa, Kamis (11/9/2025).
Arimbawa menegaskan, fokus utama penanganan saat ini adalah pada bencana yang mengganggu fasilitas umum, terutama akses jalan yang tertutup material longsor maupun pohon tumbang. Untuk titik dengan longsoran besar yang disertai bebatuan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Karangasem guna menurunkan alat berat agar jalur bisa segera dilalui kembali.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BPBD Karangasem mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir.(st/bpn)













