BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar bersama PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sanggaran meluncurkan program Skizofrenia Entrepreneur atau Skizopreneur di Rumah Berdaya Denpasar, Rabu (20/8/2025).
Program ini menjadi terobosan pemberdayaan ekonomi kreatif bagi Orang dengan Skizofrenia (ODS), sekaligus bagian dari rehabilitasi psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Skizopreneur bertujuan memberdayakan ODS agar mandiri, menghilangkan stigma negatif, serta memberikan wadah kegiatan positif yang bermakna.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Denpasar dan KPSI Bali, program ini mengembangkan dua unit usaha, yaitu produksi dupa Arusaji dan jasa cuci motor salju. Selain membuka peluang kemandirian ekonomi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari terapi rehabilitasi untuk mendukung proses pemulihan ODS sehingga mereka bisa berdaya, produktif, dan diterima masyarakat.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang hadir dalam peluncuran tersebut menyampaikan apresiasi terhadap sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan program inovatif ini.
“Melalui Skizopreneur, kita bersama-sama memberdayakan saudara-saudara kita penyintas skizofrenia agar bisa menjadi entrepreneur. Kami berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Denpasar. Dari laporan Dinas Sosial, selain usaha cuci motor salju, sudah banyak program positif yang dilakukan di Rumah Berdaya,” ujarnya.
Fuel Terminal Manager Sanggaran, Muhammad Riduansyah, menyampaikan bahwa Skizopreneur bukan sekadar kegiatan usaha, tetapi juga bentuk rehabilitasi psikosial yang bermakna.
“Kami ingin memberikan wadah yang nyata bagi ODS untuk berkarya. Melalui usaha cuci motor salju dan produksi dupa Arusaji, mereka tidak hanya belajar berwirausaha, tetapi juga mendapatkan terapi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kualitas hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut, Riduansyah menegaskan bahwa program ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, pengurangan kesenjangan, serta peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.
Selain menjadi sarana pemberdayaan, Skizopreneur juga diharapkan dapat membantu menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada penyandang skizofrenia.
“Kami percaya, inklusi sosial bisa terwujud jika masyarakat melihat mereka dari sisi kemampuan, bukan keterbatasan. Pertamina berkomitmen menghadirkan program TJSL yang berdampak langsung dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dengan adanya program ini, FT Sanggaran membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty menambahkan, skizofrenia berdampak besar pada kehidupan penyintas, terutama dalam dunia kerja.
Banyak ODS yang akhirnya menganggur dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, sehingga kualitas hidup menurun dan proses pemulihan mental terhambat. Hal ini bahkan bisa menambah angka kemiskinan di Kota Denpasar.
“Program Skizopreneur telah menunjukkan hasil positif dengan omzet sebesar Rp8.625.000. Perkembangan ini membuat Rumah Berdaya bukan sekadar tempat rehabilitasi, melainkan juga pusat kreativitas dan pemberdayaan. Produk-produk dari Rumah Berdaya kini bahkan sudah dipasarkan hingga ke villa di Ubud. Ke depan, kami berencana membuka divisi hidroponik sebagai upaya melatih tanggung jawab, mengurangi stres, sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi dan pangan,” jelasnya.
Program Skizopreneur diharapkan mampu menjadi wadah berkelanjutan bagi ODS dalam mengembangkan keterampilan wirausaha, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk hidup lebih mandiri, produktif, serta berkontribusi nyata di masyarakat.(ads/bpn)













