Perkici Dada Merah
20 Perkici Dada Merah Kembali ke Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Di tengah semarak perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, sebuah kisah konservasi bersejarah terukir di Taman Safari Bali. Sebanyak 20 ekor Perkici Dada Merah (Trichoglossus forsteni mitchellii), burung endemik Bali dan Lombok, akhirnya pulang ke tanah air setelah bertahun-tahun hidup di luar negeri.

Burung-burung berwarna hijau cerah dengan dada merah menyala itu tiba di Bali pada 17 Juli 2025 setelah menempuh perjalanan panjang dari Cornwall, Inggris, melalui jalur London – Doha – Bali. Sesampainya di Pulau Dewata, mereka langsung ditempatkan di fasilitas karantina khusus Taman Safari Bali untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, observasi perilaku, dan adaptasi lingkungan sesuai standar kesejahteraan satwa internasional.

Kepulangan Perkici Dada Merah ini merupakan hasil kolaborasi lintas benua antara Paradise Park (UK), World Parrot Trust, Taman Safari Bali, dengan dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan dan BKSDA Bali. Sebelum kedatangan, seorang Head Keeper dari Paradise Park turut melatih tim keeper Indonesia terkait teknik penanganan, pemberian pakan, hingga enrichment, guna memastikan kualitas perawatan yang optimal.

“Program ini bukan hanya memulangkan burung, tapi juga mengembalikan harapan. Inilah awal dari upaya reintroduksi mereka ke habitat alaminya di masa depan,” ungkap Ari Janiawati, Kurator Taman Safari Bali.

Sementara itu, Angela D’Alessio, Indonesia Coordinator World Parrot Trust, menegaskan bahwa kerja sama ini membuktikan konservasi adalah tanggung jawab global. “Kolaborasi ini melampaui batas negara. Semua pihak harus ikut menjaga agar warisan hayati tidak hilang,” ujarnya.

Kegiatan konservasi ini juga diangkat dalam semangat lokal dengan nama “Kedis Mewali ke Bali”, yang berarti burung pulang. Filosofi tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kekayaan hayati Indonesia demi generasi mendatang.

Taman Safari Bali sendiri terus berkomitmen sebagai lembaga konservasi modern dengan fokus pada edukasi, penelitian, dan program reintroduksi satwa liar. Dengan fasilitas berstandar internasional, lembaga ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati Nusantara.(*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News