
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karangasem memberikan sejumlah masukan strategis terhadap Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Karangasem Tahun 2025–2029. Dalam pandangannya, fraksi berlambang banteng ini menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan prioritas pembangunan manusia sebagai arah utama kebijakan lima tahun ke depan.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Karangasem, I Made Ruspita, menegaskan bahwa pembangunan Karangasem harus mampu menciptakan lompatan signifikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kita harapkan ada lompatan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan daya beli rakyat,” ungkap Ruspita, Minggu (20/7/2025).
Lebih jauh, Fraksi PDIP juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi berbasis kerakyatan, seperti sektor pertanian, perikanan, dan UMKM. Pihaknya mendorong agar pemerintah daerah memperluas dukungan terhadap pemasaran produk lokal agar pelaku usaha kecil di Karangasem semakin berdaya dan mandiri.
Ruspita menambahkan, reformasi birokrasi dan pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi sorotan penting, terutama yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik di bidang kesehatan dan pendidikan.
Di sisi lain, Fraksi PDIP juga menekankan perlunya perhatian serius terhadap isu sosial, khususnya terkait perlindungan anak dan kesiapsiagaan bencana. Mengingat Karangasem merupakan daerah rawan bencana, penguatan sistem mitigasi dan respons bencana dinilai wajib menjadi bagian integral dalam RPJMD.
“Nilai-nilai lokal dan keagamaan harus diperkuat, baik dalam pendidikan maupun pelayanan publik,” imbuh Ruspita.
Terkait pengelolaan keuangan daerah, Fraksi PDIP mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem perpajakan, optimalisasi kinerja BUMD, dan perluasan kemitraan strategis dengan pihak swasta.
Efisiensi dalam belanja daerah juga menjadi sorotan, guna memastikan kebijakan fiskal tidak justru membebani masyarakat kecil, tetapi memberikan manfaat langsung dan merata.
“RPJMD ini adalah arah pembangunan lima tahun ke depan. Maka harus disusun dengan cermat, berorientasi pada kesejahteraan rakyat, dan dijalankan secara efisien serta tepat sasaran,” tegas Ruspita.(st/bpn)












