
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Peristiwa tak terduga terjadi di areal Pura Penataran Agung Jeroan, Banjar Kebon, Desa Kertamandala, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (8/7/2025). Sebuah dahan besar dari pohon kayu putih yang diyakini telah berusia ratusan tahun patah dan menimpa dua pelinggih subak serta penyengker kolam pura, menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
Peristiwa ini sontak mengagetkan warga sekitar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Kepala Dusun Kebon, Gede Astika Eka Putra, mengungkapkan bahwa pohon kayu putih tersebut telah lama disakralkan oleh masyarakat setempat. Pohon ini berdiri menjulang setinggi sekitar 20 meter dengan diameter batang mencapai 2 meter.
“Pohon itu sudah sangat tua, tingginya sekitar 20 meter dengan diameter batang 2 meter. Karena dianggap sakral, tidak sembarang orang berani menyentuh apalagi memangkas dahan-dahannya,” jelas Gede Astika saat ditemui.
Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya sempat ada dahan kecil yang patah, namun warga tetap tidak berani menebang atau memanjat pohon tersebut karena kepercayaan adat dan nilai kesakralannya.
Akibat tumbangnya dahan tersebut, dua pelinggih subak rusak parah, termasuk juga tembok penyengker kolam pura. Proses pembersihan rencananya akan dilakukan pada Rabu (9/7/2025) dengan melibatkan pengempon pura, BPBD Karangasem, dan warga sekitar.
Terkait upakara pemulihan pascakejadian, pihak pengempon pura masih melakukan musyawarah untuk menentukan langkah adat dan spiritual yang perlu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pohon sakral tersebut.(st/bpn)












