Wabup Pandu
Tak Ingin Korban Hanyut di Seraya Terulang, Wabup Pandu All Out Lobi Pemerintah Pusat dan Provinsi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Tragedi yang merenggut nyawa bidan Ni Luh Putu Surya Adnyani dan putranya I Wayan Eka Wira Yusditira akibat terseret arus sungai di jalur pelintas Desa Seraya, Karangasem, memantik keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa.

Wabup Pandu secara tegas menyatakan akan melobi pemerintah provinsi dan pusat untuk segera mencari solusi konkret atas persoalan infrastruktur jalur pelintas yang kerap memakan korban saat musim hujan tiba.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karangasem turut berbela sungkawa, semoga keluarga korban diberikan ketabahan. Ke depan, kami tidak ingin kejadian yang sama terulang. Kami akan sekuat tenaga melobi pusat dan provinsi agar persoalan jalan pelintas di Seraya ini bisa segera diatasi,” ujar Wabup Pandu, didampingi Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, Senin (7/7/2025).

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Kelurahan Penarukan Kumpulkan 187,1 Kilogram Sampah Anorganik

Diketahui, korban ibu dan anak ini berasal dari Desa Amertabuana, Kecamatan Selat, namun tinggal di Desa Seraya karena sang ibu bertugas sebagai bidan di Puskesmas II Karangasem, sementara suaminya adalah Babinsa di wilayah Seraya.

Jenazah keduanya telah dimakamkan pada Senin (7/7/2025) siang, sekitar pukul 14.00 WITA, di setra Desa Adat Selat, dalam suasana penuh duka.

Pemerintah Kabupaten Karangasem juga merencanakan akan mengusulkan santunan bencana alam untuk kedua korban.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala wilayah setempat untuk segera mengajukan surat permohonan santunan kepada pemerintah provinsi.

“Untuk nominal santunannya disesuaikan dengan Pergub. Korban meninggal mendapat santunan sebesar Rp15 juta per orang,” jelas Arimbawa.

Ia menambahkan, BPBD Karangasem selalu berupaya untuk mengusulkan bantuan bagi korban bencana alam, baik korban meninggal, luka-luka, maupun kerusakan fisik seperti rumah warga yang terdampak bencana.

Peristiwa tragis ini mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada upaya pencegahan jangka panjang.

Komitmen Wabup Pandu untuk melobi pemerintah pusat dan provinsi menjadi langkah nyata agar akses pelintas yang aman dan layak segera terwujud di wilayah Seraya yang rawan banjir bandang saat musim hujan tiba.(adv/st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News