
BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Bangli, tiga Sekaa Gong Kebyar yang menjadi duta Kabupaten Bangli pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 Tahun 2025 tampil memukau di Alun-alun Bangli, Kamis (15/5/2025). Penampilan ini sekaligus menjadi ajang uji coba sebelum mereka tampil di ajang seni terbesar di Bali tersebut.
Ketiga Sekaa Gong Kebyar yang tampil terdiri dari: 1) Sekaa Gong Kebyar Dewasa dari Sanggar Siman Art, Banjar/Desa Lumbuan, Kecamatan Susut; 2) Sekaa Gong Kebyar Wanita dari Sanggar Nirtya Mandala, Banjar Sukajiwa, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku; dan 3) Sekaa Gong Kebyar Anak-anak dari Sanggar Swara Padma Buana, Desa Undisan, Kecamatan Tembuku.
Sekaa Gong Kebyar Wanita membuka penampilan malam itu dengan Tabuh Lelambatan Tira Kusuma, sebuah garapan tabuh lelambatan kreasi baru oleh seniman Bangli. Komposisi ini tetap berakar pada pola tradisi klasik namun dikembangkan berdasarkan intuisi estetika penggarap, mengacu pada semangat Spirit Bangli Jengah.
- Penata tabuh: Gede Lolak
- Pembina: Darmo, Mangadi, Delon
- Koordinator: Luh Ketut Alit Andriyani, SST.Par.
- Penanggung jawab: Nyoman Gede Nuada, SH.
Penampilan berikutnya datang dari Sekaa Gong Kebyar Anak-anak yang membawakan Tabuh Kreasi “Tritaka”, mengangkat filosofi penyatuan parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai bentuk harmoni antara Bhuana Alit (mikrokosmos) dan Bhuana Agung (makrokosmos).
- Penata tabuh: Dewa Made Merta
Anak-anak juga membawakan Tari Megoak-goakan, tarian yang merepresentasikan warisan budaya Bali Utara, khususnya Buleleng. Terinspirasi dari permainan rakyat megoak-goakan yang dipopulerkan Raja Buleleng, Ki Barak Panji Sakti pada tahun 1660 M di Desa Panji, tarian ini sarat nilai kepahlawanan, kemanusiaan, dan kebudayaan.
- Penata tari: Prof. Dr. Ni Luh Sustiawati, M.Pd, Anak Agung Mayun Artati, S.ST., M.Sn, Dr. I Nyoman Cerita, S.ST., MFA, dan Nyoman Arya Suryawan, S.ST.
Penampilan terakhir ditutup oleh Sekaa Gong Kebyar Dewasa dengan garapan berjudul “Sajining”, yakni sebuah persembahan yang mengekspresikan rasa syukur dan pengabdian tulus kepada alam semesta dan dunia seni karawitan Bali.
- Komposer: Anak Agung Gede Dalem Kardinata, S.Sn.
- Pembina: Sang Komang Martahadi, S.Sn.
Mereka juga membawakan Tari Kreasi “Mabuang”, yang terinspirasi dari ritual nabuhan yang dilakukan pemuda di Desa Lumbuan dan Sulahan. Tarian ini menonjolkan semangat dan rasa syukur para pemuda dalam bentuk gerak khas dari kedua desa.
- Penata tari: Agus Jentot, S.Sn.
Di akhir acara, Pj. Sekda Kabupaten Bangli, I Made Ari Pulasari, menyerahkan uang pembinaan kepada ketiga Sekaa Gong Kebyar sebagai bentuk dukungan dan apresiasi. Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli, anggota DPRD Bangli Dapil Tembuku, serta para undangan lainnya.(an/bpn)












