
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Kasus pemukulan terhadap seorang pecalang Desa Adat Besakih, I Nengah Wartawan, yang terjadi saat bertugas dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di areal Bencingah Agung Pura Besakih, Senin (14/4/2025), kini tengah diselidiki oleh Polsek Rendang.
Informasi yang berkembang menyebutkan, insiden pemukulan tersebut diduga dipicu oleh ketersinggungan pelaku saat diarahkan oleh pecalang di pintu keluar area Bencingah Agung. Aksi pemukulan itu membuat korban sempat tak sadarkan diri, sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Rendang untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saat dilakukan pemeriksaan, pasien mengeluhkan pusing dan sempoyongan. Terdapat luka lebam pada pipi kanan serta luka lecet di tangan kanan, siku kanan, lutut kanan, dan nyeri di paha kanan. Pasien diobservasi selama satu jam untuk menilai adanya kemungkinan cedera kepala. Setelah dinyatakan aman, pasien diperbolehkan pulang,” ujar salah satu petugas medis Puskesmas Rendang.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, membenarkan adanya laporan insiden tersebut.
“Ya, betul. Saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan. Pelaku belum diamankan, masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Sukadana, Selasa (15/4/2025).
Diketahui, terduga pelaku berinisial IGNA (22) juga sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Rendang. Ia diantar oleh anggota kepolisian dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan dan luka lecet pada dagu kiri. Setelah pemeriksaan, IGNA juga dipulangkan karena tidak ditemukan kondisi medis yang mengkhawatirkan.
Sebelumnya, Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, juga telah mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan pihak adat segera mengambil langkah penyikapan internal.
“Ya benar, kami akan menggelar paruman sore ini untuk menyikapi kejadian tersebut,” ujarnya.(st/bpn)












