BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Suasana meriah menyelimuti Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park saat Festival Ogoh-Ogoh GWK 2025 resmi digelar bertepatan dengan libur Lebaran. Mengusung konsep ‘pesta rakyat’, festival tahunan ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan kekayaan budaya Bali dalam suasana yang lebih inklusif.
Bagi wisatawan yang belum sempat menyaksikan tradisi Ogoh-Ogoh saat perayaan Hari Raya Nyepi, festival ini menawarkan kesempatan emas untuk menikmati keindahan seni rupa khas Bali. Lebih dari sekadar pertunjukan, Festival Ogoh-Ogoh GWK menjadi ajang kolaborasi dan kompetisi bagi komunitas seni, banjar, serta Sekaa Teruna Teruni (STT) di Bali, menegaskan komitmen GWK Cultural Park dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal.
Tahun ini, festival yang berlangsung dari 2 April hingga 10 Mei 2025 melibatkan 13 STT dari berbagai desa di Kuta Selatan. Para seniman muda berbakat menampilkan kreativitas mereka melalui Ogoh-Ogoh yang mengesankan, membawa pesan-pesan filosofis dan refleksi budaya yang mendalam.
Untuk menambah pengalaman pengunjung, MyMelali GWK Market kembali hadir pada 1-5 April 2025 di Lotus Pond GWK Cultural Park. Pasar kreatif ini menjadi platform bagi pelaku usaha lokal, pengrajin, serta industri kreatif untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka secara langsung. Beragam kategori ditampilkan, mulai dari seni & kerajinan, fesyen, kuliner, hingga aktivitas komunitas, menciptakan suasana yang semakin semarak.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, optimistis bahwa acara ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan selama musim liburan Lebaran.
“Kami melihat tren peningkatan jumlah wisatawan yang memilih Bali sebagai destinasi liburan keluarga. Dengan kombinasi pertunjukan spektakuler Baraong Show dan Festival Ogoh-Ogoh, kami ingin menyajikan pengalaman budaya yang autentik dan mengesankan. Ini adalah perpaduan antara tradisi dan kreativitas generasi muda Bali,” ungkapnya saat ditemui awak media pada Rabu (2/4/2025).
Lebih jauh, GWK Cultural Park terus berupaya memperluas jangkauan wisatawan, khususnya dari pasar internasional seperti India, Taiwan, Australia, serta negara-negara Eropa yang selama ini menjadi target utama sektor pariwisata Bali. Evaluasi rutin dan pengembangan atraksi terus dilakukan untuk memastikan kualitas pertunjukan yang semakin baik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui Festival Ogoh-Ogoh dan berbagai inisiatif budaya lainnya, GWK Cultural Park tidak hanya berperan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat edukasi budaya yang menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Bali. Dengan menghadirkan pengalaman wisata yang kaya akan seni dan tradisi, GWK Cultural Park berharap dapat terus menjadi ikon budaya yang membanggakan bagi masyarakat Bali dan Indonesia.(tis/bpn)













