LPG Langka
(Kiri-Kanan). Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus Wilayah Bali, ‌Endo Eko Satryo; Anggota Komisi VI DPR RI, Alit Kelakan; dan Ketua HISWANA Migas DPC Bali, Dewa Ananta. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menindaklanjuti kelangkaan LPG 3 kg di Bali, Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus Wilayah Bali menggelar rapat koordinasi pada Kamis (6/2/2025) di Kantor Cabang PT Pertamina Patra Niaga. Rapat ini dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Alit Kelakan; Kadis Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan; Ketua HISWANA Migas DPC Bali, Dewa Ananta; Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Region Jatimbalinus Wilayah Bali, ‌Endo Eko Satryo; serta sejumlah undangan terkait.

Setelah rapat, Alit Kelakan menjelaskan bahwa pertemuan ini membahas solusi jangka pendek dan jangka panjang terkait distribusi LPG 3 kg. Dalam jangka pendek, seluruh pemangku kepentingan diinstruksikan untuk menyelesaikan kelangkaan paling lambat Minggu ini. Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, pihaknya mengusulkan agar BUMDes dan BUPDA diberdayakan sebagai pangkalan resmi LPG 3 kg serta menerapkan sistem QR Code dalam pembelian LPG 3 kg, mirip dengan mekanisme pembelian BBM subsidi di SPBU.

Baca Juga :  Resmi Dibuka, Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

Alit Kelakan juga mengimbau agar masyarakat dari kategori ekonomi mampu, termasuk ASN, TNI/Polri, dan pegawai BUMN, tidak menggunakan LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Ia juga mengapresiasi reaksi cepat Pertamina dalam mengatasi kelangkaan dengan menggelar operasi pasar di beberapa titik.

“Operasi pasar cukup efektif dalam mengatasi kelangkaan beberapa hari lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HISWANA Migas DPC Bali, Dewa Ananta, menjelaskan bahwa dalam penyusunan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg bersama Pemerintah Provinsi Bali, harga HET di pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000, sedangkan di tingkat pengecer mengalami penyesuaian menjadi Rp20.000.

“Selisih Rp2.000 antara pangkalan dan pengecer merupakan imbauan tambahan dari Pemerintah Provinsi Bali,” tambahnya.

Baca Juga :  Delegasi Pertamuda 2025 Kunjungi Konjen RI di San Francisco, Perkuat Ekspansi Global Startup Mahasiswa Indonesia

Di sisi lain, Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus,  Ahad Rahedi menargetkan normalisasi pasokan LPG 3 kg selesai dalam minggu ini.

“Kami telah menambah pengiriman dan berharap pada Minggu ini distribusi sudah kembali normal tanpa ada kelangkaan lagi,” ujar Ahad.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News