BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Panen perdana padi gogo di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, menghasilkan capaian luar biasa. Dengan luas tanam 4 hektar, padi gogo yang diuji coba tersebut berhasil mencapai produktivitas sekitar 4,96 ton per hektar, jauh di atas rata-rata hasil nasional.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengungkapkan bahwa dari hasil ubinan 3,1 kilogram, panen dari satu hektar lahan dapat menghasilkan hampir 5 ton padi.
“Dengan luas tanam 4 hektar, total produksi padi gogo diperkirakan mencapai 19,84 ton,” ujarnya pada Rabu (25/12/2024).
Panen perdana yang berlangsung pada Senin (23/12/2024) ini sempat menghadapi kendala cuaca, seperti hujan deras dan angin kencang, yang menyebabkan beberapa tanaman rebah sebelum dipanen. Namun, hal tersebut tidak mengurangi hasil yang memuaskan.
Acara panen melibatkan kelompok tani Dharma Kerti dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, dan Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Bali, I Made Rai Yasa, serta Perbekel Menanga, I Made Hendra Sagita.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ini.
“Meskipun cuaca kurang mendukung, panen padi gogo ini membuktikan bahwa varietas luhur memiliki potensi luar biasa. Kami bersyukur padi gogo yang sudah lama tidak dibudidayakan kini dapat menghasilkan kembali,” ungkap Sunada.
Keberhasilan ini mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk menetapkan target ambisius pada tahun 2025, yaitu penanaman padi gogo di lahan seluas 155.000 hektar di Karangasem, sebagai bagian dari program nasional penguatan pangan masyarakat.
Kepala BSIP Bali, I Made Rai Yasa, menambahkan bahwa hasil panen 4,96 ton per hektar ini jauh melebihi rata-rata nasional untuk padi gogo.
“Ini adalah hasil dari kerja keras semua pihak, mulai dari petani hingga instansi terkait. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa padi gogo varietas luhur dapat menjadi alternatif unggulan untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.
Panen perdana padi gogo ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal tetapi juga menegaskan potensi besar Kabupaten Karangasem dalam mendukung ketahanan pangan di Bali dan nasional. (st/bpn)













