BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Musibah menimpa tiga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan satu Linmas saat perhelatan Pilkada 2024 di Kabupaten Buleleng. Musibah yang didapat beragam bahkan sampai ada yang meninggal dunia karena kelelahan.
Adapun tiga petugas KPPS yang mendapat musibah saat tahapan pemungutan suara Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sekaligus Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2024 ada I Gede Agus Febrianayoga (34) bertugas jadi anggota KPPS di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng. Dirinya mendapat musibah kecelakaan hingga mengalami luka berat di bagian bahu ketika sedang membuat Tempat Pemunguran Suara (TPS).
Berikutnya ada Komang Wana Sari (29) yang bertugas jadi KPPS di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Ia sempat pingsan saat proses penghitungan suara di TPS tempatnya bertugas lantaran asam lambung yang dideritanya kambuh. Lalu ada Luh Merry Sudaryani (34) yang saat tahapan pemungutan suara mengalami pendarahan hingga keguguran di tiga bulan masa kehamilannya.
Tidak hanya petugas KPPS, berdasarkan data yang dihimpun dalam tahapan Pilkada tersebut ada seorang Linmas dinyatakan meninggal dunia usai tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara selesai. Ia bernama Muhammad Arif (65) beralamat di Kampung Bugis, Kecamatan/Kabupaten Buleleng yang diindikasi meninggal dunia karena kelelahan.
Menyikapi kejadian tersebut, Anggota KPU Kabupaten Buleleng, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Putu Arya Suarnata membenarkan langsung terkait adanya tiga anggota KPPS dan satu Linmas terkena musibah ketika tahapan pemungutan dan perhitungan suara di Pilkada serentak kemarin.
“Memang benar kami sudah terima infonya, ketiga KPPS sudah ditanggung BPJS ketenagakerjaan tapi untuk Linmas belum ditanggung. Namun yang bersangkutan sudah diberi santunan dari KPU Provinsi Bali terkait jumlahnya kami kurang tau,” singkat dia.(dar/bpn)













