Pertamuda Seed and Scale 2024
Anak Muda Asal Kedisan Gianyar, Ubah Limbah Sorgum Jadi Biobriket Dalam Ajang Pertamuda Seed and Scale 2024. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, SURABAYA – Ni Kadek Karinna Dewi (21), anak muda asal Desa Kedisan, Gianyar tak pantang menyerah dengan keadaan yang dialaminya. Meskipun bukan berasal dari keluarga mampu, namun ia berhasil menunjukkan kemampuannya.

Dalam ajang Pertamuda Seed and Scale 2024, Karinna menciptakan Bionghum Patalabana, bio briket ramah lingkungan berbahan dasar limbah sorgum. Limbah sorgum didapat dari Buleleng yang mana menurutnya potensi limbah sorgum disana cukup besar.

Petani hanya mendapatkan nilai ekonomi dari biji sorgum. Sementara limbahnya dibakar dan mencemari lingkungan. Melihat kondisi itu terbersit ide untuk membuat biobriket dari limbah sorgum.

Briket yang dihasilkan minim asap bahkan tanpa asap sehingga minim terbentuknya CO2. Berbeda dengan arang pada umumnya, bio briket lebih ramah lingkungan.

Baca Juga :  Delegasi Pertamuda 2025 Kunjungi Konjen RI di San Francisco, Perkuat Ekspansi Global Startup Mahasiswa Indonesia

“Dampak lingkungannya, arang bakar dalam 1 kg penggunaan arang menghasilkan 628,2 kg CO2. Sehingga  dapat dibayangkan berapa CO2 yangg dhasilkan dalam sebulan atau setahun setiap penggunaan 1 kg  arang. Jadi saya menginovasikan agar bisa mematangkan makanan  tanpa menghasilkan asap ” jelas Kadek di sela-sela acara Final Pitch & Awarding Pertamuda Seed and Scale 2024 di Shangri-la Surabaya, 20 November 2024 lalu.

Selain menjaga lingkungan inovasinya tersebut juga berdampak sosial dan ekonomi. Petani mendapat penghasilan tambahan dari pembuatan Bioghum sebesar Rp23 juta. Hasil biobriket petani itu ia bawa ke restaurant – restaurant yang menggunakan pembakaran seperti pembuatan sate, ikan bakar, barbeque, dan lainnya.

Baca Juga :  TOP 3 Pertamuda Tembus Top 4 Fowler GSIC 2026, Sisihkan 43 peserta dari 10 Negara

Berasal dari keluarga yang kurang mampu tak mematahkan semangatnya untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Ia mendapatkan beasiswa dari Pertamina dan menempuh pendidikan Ekonomi Energi di Universitas Pertamina, Jakarta Selatan.

Tak berhenti disana, ia juga mencoba mengembangkan gagasannya dalam ajang Pertamuda Seed and Scale 2024. Meskipun belum lolos menjadi TOP 3 Pertamuda, namun bagi Kadek lolos masuk menjadi TOP 30 dan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan personal investor di atas panggung Pertamuda adalah pencapaian yang membanggakan. Pasalnya, di tahun 2023, ia pernah mencoba mengikuti kompetisi ide bisnis Pertamuda namun belum lolos ke babak demoday. Kadek mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru serta menambah relasi selama mengikuti kompetisi Pertamuda. Dan yang membuatnya makin yakin melanjutkan bisnisnya setelah beberapa investor dan strategic partner tertarik dengan ide bisnisnya.

Baca Juga :  Bisnis Gas Oplosan di Subagan Terbongkar, Suami-Istri Bergiliran Digerebek Polisi

“Bagi teman – teman yang sama seperti saya, jangan minder, semua punya kesempatan untuk sukses asalkan terus berusaha dan tidak pantang menyerah,” tandasnya. (bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News