
BALIPORTALNEWS.COM, UBUD – Beranjak dari permintaan dan juga pertanyaan yang kerap datang dari wisatawan, Ibah Resort mengusung ‘Unveiling Bali’, gelaran tiga hari festival yang menggali lebih dalam tradisi dan budaya Bali. Menghadirkan beragam aktivitas, seni pertunjukan, eksplorasi, dan lainnya yang membuka kesempatan untuk mendalami dan juga mengalami budaya otentik Bali.
Demikian disampaikan Tjokorda Raka Kerthyasa, tokoh kebudayaan terkemuka di Bali saat pembukaan festival pada Jumat (15/11/2024), di Ibah Resort, Ubud, Bali. Turut hadir dalam sesi pembuka tersebut putranya Tjokorda Gede Kerthyasa.
“Banyak wisatawan yang bertanya-tanya: Kenapa di Bali kuat adat budayanya? Ini tak lain karena sistem, dan sistem inilah yang harus kita jaga bersama. Upaya pelestarian nilai-nilai, yang tidak hanya mengubah untuk kepentingan visualisasi atau glamor saja, tapi juga memahami tatanan yang sudah ada,” ujar Tjokorda Raka Kerthyasa.
Oleh karenanya, gelaran tiga hari festival ‘Unveiling Bali’ adalah salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut. Ia juga berharap ke depannya, ajang yang baru pertama kali digelar ini akan terus berjalan di waktu-waktu mendatang.
“Seperti tak ubahnya mengupas bawang, apa yang kita lakukan ini tidak akan cukup hanya satu kali,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Tjokorda Gede Kerthyasa juga mengungkapkan hal serupa. Gelaran ‘Unveiling Bali’ kata dia, diisi oleh beberapa aktivitas yang menghadirkan beragam tradisi dan budaya Bali.
“Sebisa mungkin dalam waktu tiga hari, ada banyak hal yang terkait dengan kehidupan di Bali kita hadirkan, termasuk seni rupa dimana kami mengundang pelukis ikonik Bali, lalu ada penenun, ahli layangan, dan lainnya,” ujar dia.
Tjokorda Gede Kerthyasa menambahkan, ajang ini juga sekaligus menyampaikan pesan pada orang asing, bahwa Bali tidak hanya menjadi tujuan wisata, tapi juga memiliki kekayaan seni budaya.
Gelaran ‘Unveiling Bali’ berlangsung selama tiga hari dari Jumat (15/11/2024) hingga Minggu (17/11/2024) di Ibah Resort Ubud Bali.
Selama tiga hari tersebut, wisatawan mengikuti perbincangan mendalam, diskusi intim, dan seni pertunjukan. Di samping itu, mereka juga menyaksikan proses para pengrajin kerajinan Bali, termasuk demonstrasi tenun tradisional, hiasan daun, ukiran kayu, lukisan, pembuatan layang-layang, dan kreasi persembahan spiritual.
Sepanjang akhir pekan, peserta dapat menyusuri arsitektur Bali dan menjelajahi pameran fotografi yang menampilkan lanskap budaya unik Bali. Di samping itu, juga memperkaya pemahaman tentang warisan Bali dengan mengikuti diskusi bersama para tetua Bali tentang transfer ilmu dan pengetahuan, serta pertunjukan wayang (teater boneka), musik dan tari tradisional, serta film yang menghidupkan kisah Bali.
Perayaan akan Bali tidak lengkap tanpa kulinernya yang terkenal. Dalam gelaran ini, para peserta juga menikmati hidangan asli Bali yang dibuat dengan bahan-bahan otentik di Restoran Wana Ibah. Di samping itu, juga ikut serta dalam demonstrasi memasak, di mana para tamu dapat mempelajari metode tradisional yang digunakan untuk membuat hidangan paling digemari di Bali.(bpn)












