
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Debat publik ketiga Pilgub Bali 2024 yang mengangkat tema Ngardi Bali Santi lan Jagadhita kembali menjadi sorotan, terutama terkait persoalan ketimpangan Upah Minimum Provinsi (UMP) antara Bali dan Jakarta. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Made Muliawan Arya (De Gadjah) dan I Putu Agus Suradnyana (PAS), mengangkat isu ini sebagai salah satu tantangan utama yang membutuhkan solusi strategis dan nyata.
De Gadjah menyoroti bahwa kesenjangan UMP antara Bali dan Jakarta sudah berlangsung lama tanpa penanganan signifikan. Ia memaparkan perbandingan, di mana pada 2019 UMP Bali hanya mencapai Rp2,2 juta, sedangkan Jakarta berada di angka Rp3,9 juta. Selisih ini semakin melebar pada 2023, dengan UMP Bali sebesar Rp2,7 juta, sementara Jakarta mencapai Rp4,9 juta.
“Kesenjangan ini sangat jauh dan menjadi cerminan penting bahwa ada langkah besar yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Bali,” ujar De Gadjah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pasangan nomor urut 1 Mulia-PAS menawarkan berbagai program prioritas yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Program tersebut meliputi:
- Peningkatan pendidikan vokasi melalui pelatihan relevan, sertifikasi, dan literasi teknologi bagi pekerja di Bali.
- Penyelenggaraan job fair rutin dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan pihak swasta untuk memperluas akses kerja bagi masyarakat.
- Dorongan peningkatan UMP yang sejalan dengan kebutuhan hidup layak, serta penyediaan jaminan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan kerja.
Selain itu, Mulia-PAS memberikan perhatian khusus kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali. Mereka berkomitmen menyediakan pelatihan, mempermudah izin usaha, hingga memberikan bantuan permodalan bagi PMI yang ingin membangun usaha di Bali.
Dalam bidang sosial, Mulia-PAS menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif tanpa diskriminasi terhadap perempuan, anak, dan kelompok marginal. Salah satu program unggulan mereka adalah pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak berstandar internasional dengan layanan kesehatan reproduksi yang lebih baik.
Paslon ini juga memprioritaskan pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi sejak dini dan pembangunan taman bermain edukatif serta terjangkau bagi anak-anak.
Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Mulia-PAS dalam menciptakan pemerintahan yang modern dan responsif. Mereka merancang sistem pelayanan publik berbasis teknologi yang aman, presisi, dan efektif. Layanan satu pintu secara daring dirancang untuk mempermudah akses masyarakat, terutama di daerah terpencil yang selama ini mengalami blank spot.
Sistem ini akan terhubung langsung dengan pemerintah provinsi, memungkinkan monitoring secara real-time oleh Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Pemerintah tidak boleh hanya memberi imbauan tanpa solusi nyata. Kami hadir untuk mendampingi dan bersama-sama mencari solusi secara gotong-royong. Pemerintah harus menjadi pengayom dan pelindung masyarakat, sekaligus membantu mengatasi persoalan yang ada,” tegas Mulia-PAS.
Dengan visi “Bali Dwipa Jaya Menuju Indonesia Maju,” pasangan ini optimistis mampu membawa perubahan signifikan bagi Bali. Mereka percaya, solusi konkret dan kebijakan inklusif adalah kunci untuk mewujudkan Bali yang lebih maju, sejahtera, dan adil bagi seluruh masyarakat. (bpn)












