
BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Mantan Gubernur Bali dua periode, Made Mangku Pastika, menyampaikan optimisme bahwa pembangunan Bandara Internasional Bali Utara yang telah lama menjadi impian kini semakin dekat menjadi kenyataan. Dukungan positif dari Presiden Prabowo Subianto turut memberikan angin segar bagi terealisasinya proyek ini.
“Dulu ini mimpi untuk punya bandara di Buleleng. Sejak saya menjadi Kapolda di Bali, saya melihat perlunya penyeimbangan pembangunan di Bali. Jika pusat aktivitas hanya berada di Bali Selatan, akan ada masalah besar di masa depan,” ujar Mangku Pastika saat diwawancarai, Jumat (15/11/2024).
Ia juga mengingatkan bahwa Bali sebagai pulau kecil memerlukan infrastruktur yang mampu menghubungkan seluruh wilayahnya. Saat menjabat sebagai Gubernur Bali, Mangku Pastika telah melibatkan ahli dari India untuk melakukan studi lokasi yang akhirnya merekomendasikan Kubutambahan, Buleleng, sebagai lokasi pembangunan bandara tersebut.
Persiapan Sumber Daya Lokal
Mangku Pastika menegaskan, masyarakat Bali tidak akan menjadi penonton dalam pembangunan ini. Menurutnya, pariwisata Bali harus dikelola dan dinikmati oleh orang Bali sendiri.
“Ada yang bilang orang Bali akan jadi penonton. Kata siapa? Mari kita persiapkan sumber daya manusia kita mulai sekarang. Orang Bali itu pintar-pintar dan terkenal jujur, masa kita tidak bisa mengelola ini,” tegasnya.
Bandara Canggih dan Ramah Budaya
Ketua Umum Majelis Paiketan Puri Sejebag Bali, Ida Dalem Semara Putra, menyebutkan bahwa Bandara Bali Utara akan menggunakan teknologi tercanggih yang belum ada di Indonesia. Pembangunannya juga dirancang agar tidak merusak situs keramat, budaya, atau permukiman warga, karena bandara ini akan dibangun di atas laut.
“Bandara ini akan menjadi ikon teknologi canggih di Indonesia. Selain itu, kelestarian adat dan budaya Bali tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Kakarsana, menambahkan bahwa bandara di atas laut ini juga dapat mendukung sektor kelautan dan perikanan.
“Bandara ini akan menjadi pusat perdagangan hasil laut Nusantara. Bahkan akan ada fasilitas terminal dan restoran bawah laut untuk memberikan pengalaman unik bagi para pengunjung,” jelasnya.
Dukungan Investasi Besar
Direktur PT. Bandara Internasional Bali Utara Panji Sakti, Irwan Erwanto, memastikan proyek ini bukan lagi sekadar wacana. Pihaknya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan ChangYe Construction Group dari China senilai USD 3 miliar atau setara Rp 50 triliun.
“Kami juga telah menyelesaikan kajian, termasuk AMDAL. Selain itu, kerja sama dengan tiga universitas di Bali telah dilakukan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal,” ungkap Irwan.
Proyek ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi Bali Utara, baik dari sisi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat lokal, dengan tetap menjaga kelestarian budaya dan adat Bali. (bpn)












