
BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Indonesia Packaging Federation (IPF) menggelar acara tahunan bertajuk ‘Packaging Sustainability in Asia’, dengan kepercayaan sebagai tuan rumah dari Asia Packaging Federation (APF).
Bertempat di Hotel Nusa Dua Beach, Bali pada Kamis (7/11/2024), acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 10 negara, termasuk India, Turki, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, Bangladesh, Thailand, Singapura, Filipina, dan Indonesia. Konferensi ini menggabungkan dua acara besar, yaitu International Packaging Conference dan PackindoStar Award.
Konferensi ini mengusung tema ‘The Road Map and Journey Toward Circular Economy’ yang berfokus pada upaya penerapan ekonomi sirkular di sektor pengemasan melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-profit, dan pelaku industri.
Ariana Susanti, Business Development Director IPF, menjelaskan bahwa konferensi ini bertujuan mendorong adopsi ekonomi sirkular sebagai langkah keberlanjutan di berbagai negara Asia.
Dalam acara ini, turut hadir sebagai pembicara, antara lain Joseph Ross, Presiden APF; Rajesh Kumar Mishra dari Department of Commerce; dan Sunil Jain, Chairman Indian Institute of Packaging (IIP).
Sementara itu, dari Indonesia hadir Henky Wibawa, Executive Director IPF, yang mengungkapkan bahwa konferensi ini akan menjadi wadah interaktif untuk membahas kebijakan dan tantangan penerapan manajemen sampah di sektor kemasan Indonesia.
“Kegiatan ini sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk sejalan dengan konsep blue print Ibu Kota Nusantara (IKN), G20, dan KTT lainnya yang menitikberatkan pada ekonomi sirkular dan manajemen sampah,” jelas Henky.
Dukungan dari pemerintah Indonesia pun sangat terlihat dengan keterlibatan beberapa kementerian, seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Perindustrian.
Konferensi ini menghadirkan 20 pembicara, 10 di antaranya berasal dari institusi riset dan asosiasi pengemasan nasional maupun internasional, termasuk Indonesia Packaging Federation, Asosiasi Pengusaha Pulp & Kertas Indonesia, IPRO, dan ADUPI. Kehadiran institusi internasional dari negara-negara seperti Singapura, Filipina, India, Turki, dan Eropa memperkaya perspektif mengenai praktik keberlanjutan di industri pengemasan.
Selain itu, para pelaku usaha turut berbagi pengalaman dalam sesi interaktif yang memungkinkan diskusi tentang inovasi dan praktik terbaik dalam mencapai kemasan berkelanjutan. Mulai dari supplier material, konverter kemasan, hingga laboratorium penguji berkontribusi dalam pertukaran informasi, yang diharapkan dapat mempercepat realisasi ekonomi sirkular di Indonesia.
Sebagai acara puncak, PackindoStar Awards akan digelar untuk memberikan penghargaan kepada finalis terbaik dalam beberapa kategori. Penghargaan ini diumumkan secara umum pada Allpack Talkshow Oktober 2024 lalu, dan akan diserahkan langsung oleh IPF kepada para pemenang. Di antara finalis kategori konsumen, inovasi hadir pada kemasan rigid plastic packaging dan paper box packaging. Sementara itu, kategori kemasan transportasi menampilkan finalis yang memanfaatkan corrugated box untuk mesin blok, dan kategori keberlanjutan terdiri dari 10 finalis, termasuk kemasan komersial dan konsep kemasan yang ramah lingkungan.
Dengan terselenggaranya konferensi ini, IPF berharap bisa membuka jalan bagi kolaborasi yang mendukung implementasi ekonomi sirkular di Indonesia, sekaligus membangun jaringan kerja sama dengan pakar internasional demi masa depan industri pengemasan yang berkelanjutan. (ads/bpn)












