
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Persoalan kemiskinan dan ketersediaan sumber daya air menjadi sorotan utama dalam Debat Terbuka Perdana Pilkada Karangasem yang berlangsung hari ini, Minggu (27/10/2024), di Bali Nusa Dua Convention Centre.
Dalam debat tersebut, data menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Karangasem pada tahun 2024 mencapai sekitar 6,52 persen, angka tertinggi di Bali dibandingkan dengan kabupaten lainnya di provinsi ini.
Menyikapi kondisi ini, berbagai program pemerintah yang telah dijalankan dinilai belum berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dan angka pengangguran di wilayah Gumi Lahar. Hal ini semakin kontras dengan laporan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang sayangnya tidak berdampak signifikan pada penurunan pengangguran dan kemiskinan.
“PAD memang selalu disebut meningkat, namun hal itu tidak membawa dampak nyata bagi penurunan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Tingginya PAD tidak ada artinya jika tidak dapat menyelesaikan masalah kemiskinan dan tidak membawa keadilan sosial bagi masyarakat,” ujar pasangan Calon Bupati Nomor Urut 3, Gusti Putu Parwata dan Pandu Prapanca Lagosa, saat sesi tanya jawab.
Gusti Putu menambahkan bahwa ketidaksinkronan antara peningkatan PAD dan pengurangan kemiskinan ini menunjukkan bahwa meskipun banyak wacana dan janji yang disampaikan, faktanya masih banyak warga Karangasem yang hidup di bawah garis kemiskinan. Saat ini, Karangasem tetap tercatat sebagai kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi di Bali.
“Jika kami terpilih memimpin Karangasem, fokus utama kami adalah pengentasan kemiskinan. Kami akan memastikan bahwa peningkatan PAD akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” ungkap Calon Wakil Bupati, Pandu Prapanca Lagosa.
Selain itu, pasangan ini juga merencanakan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Karangasem, mulai dari pemberian beasiswa hingga pembangunan politeknik pariwisata di Kecamatan Kubu. Untuk mendukung penanggulangan kemiskinan, pasangan ini akan menginisiasi program yang memungkinkan setiap keluarga miskin di Karangasem memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang berhasil menjadi sarjana.(st/bpn)












