
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Penerapan Teknologi Tepat Guna merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Salah satu bentuk nyata dari pengabdian ini adalah program pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas budidaya jamur tiram dengan penerapan teknologi pengaturan suhu dan kelembaban berbasis wireless. Program ini dirancang untuk memberdayakan petani lokal, meningkatkan hasil pertanian, serta mengurangi dampak lingkungan melalui penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang didanai oleh DAPTV, Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, dan berhasil lolos dalam seleksi nasional dengan skema PPTTG (Program Penerapan Teknologi Tepat Guna) dalam program INOVOKASI Inovasi Untuk Mitra Vokasi 2024.
Dosen Teknik Elektronika Politeknik Nasional, Kadek Reda Setiawan Suda, S.Pd., M.Tr.T., bertindak sebagai ketua pengusul yang dibantu oleh anggota I Wayan Arsa Suteja, S.T., M.T., dan Putu Diah Junitasari, S.E., Ak., M.Si., serta melibatkan 4 orang mahasiswa dari prodi D3 Teknik Elektronika, dan 1 orang mahasiswa Prodi D3 Akuntansi Politeknik Nasional
Mitra usaha yang bekerja sama dengan Politeknik Nasional ini ialah Usaha Ciri Jamur. Usaha ini merupakan usaha yang bergerak dibidang pertanian jamur tiram serta pembibitan baglog yang dimiliki oleh I Wayan Rinya bersama istri Ni Luh Wati. Usaha ini beralamat di Jalan Subak Dalem No. 25 Kota Denpasar, Bali. Usaha jamur tiram ini sudah selama 13 tahun. Usaha ini sudah termasuk kedalam usaha mikro yang sudah terdaftar di OSS dengan judul KBLI Pertanian Jamur. Usaha ini juga sudah memiliki legalitas yang resmi yaitu memiliki Nomor Ijin Berusaha (NIB) atas nama istri dari I Wayan Rinya yaitu Ni Luh Wati. Saat ini I Wayan Rinya memiliki 3 karyawan yang membantu usahanya.
Dalam proses budidayanya, para pekerja petani jamur tiram mengalami beberapa masalah. Mulai dari proses pembudidayaannya yang cukup sulit karena komoditas berupa jamur tiram ini sangat bergantung pada keadaan suhu dan kelembapan daerah sekitar untuk mendukung daya pertumbuhannya pada rumah atau kumbung jamur tiram, serta dalam penanganan pasca panen dan proses pemasaran.
Dengan melihat beberapa permasalahan yang dialami pemilik usaha ini, melalui Program Inovasi Kreatif Untuk Mitra Vokasi INOVOKASI Tahun 2024 maka kami tim pelaksana mengajak salah satu pemilik usaha rumah jamur tiram yang sudah berkecimpung cukup lama dalam usaha ini, dengan tujuan untuk mengenalkan teknologi pengaturan suhu dan kelembaban otomatis berbasis wireless bersumber energi baru terbarukan yang akan membantu pengusaha jamur tiram ini mengontrol kumbung jamur tiramnya dengan lebih mudah dan efisien. Dengan penerapan alat teknologi tepat guna ini serta memberikan pelatihan penanganan pasca panen ini, kami memastikan hasil panen jamur tiram dapat meningkat, menambah nilai ekonomis jamur tiram dengan mengolahnya menjadi produk jadi, dan juga produknya tersebut cepat diterima masyarakat melalui teknik pemasaran yang tepat.(Politeknik Nasional/bpn)












