Beras
Modal Rp10 Miliar, Perseroda Karangasem Hanya Jual Beras dengan Keuntungan Tipis, Gaji Andalkan Bunga Modal. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Dalam empat bulan terakhir, Perusahaan Daerah (Perseroda) Karangasem Sejahtera mulai merambah bisnis jual beli beras lokal dari hasil pertanian di Karangasem. Bisnis ini menjadi langkah awal sejak pendirian perusahaan plat merah tersebut pada 2023, yang disertai penyertaan modal sekitar Rp10 miliar dari APBD.

Direktur Perseroda Karangasem Sejahtera, I Wayan Sutama, mengungkapkan bahwa usaha di sektor pangan ini bukan hanya untuk bisnis tetapi juga untuk memperkuat daya saing beras lokal, yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Kami ingin memberdayakan beras lokal Karangasem, karena selama ini beras dari wilayah ini sering dianggap kurang bersaing,” jelasnya, Jumat (25/10/2024).

Baca Juga :  Nasib 81 Guru Honorer di Karangasem Terancam, Larangan Mengajar Berlaku Mulai 2027

Terkait kekhawatiran bahwa bisnis Perseroda dapat mempengaruhi usaha lokal seperti warung dan toko sembako, Sutama memastikan bahwa penjualan beras ini khusus untuk kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) saja, sehingga tidak akan berdampak langsung pada masyarakat umum.

Saat ini, Perseroda mampu menjual sekitar 1 hingga 1,5 ton beras per bulan. Beras dibeli dari petani lokal dengan harga Rp13 ribu per kilogram, kemudian dikemas dan dijual dengan harga Rp14 ribu per kilogram untuk ASN.

“Margin keuntungannya sangat kecil, hampir hanya cukup untuk menutupi biaya kemasan dan pengiriman. Untuk gaji karyawan dan kebutuhan lainnya, kami andalkan dari bunga modal yang disimpan,” tambah Sutama.

Baca Juga :  Damkar Karangasem Dibekali Teknik Penyelamatan di Ketinggian, Gus Par: Keselamatan Petugas Prioritas

Selain beras, Perseroda berencana memperluas usahanya ke sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pelabuhan Rakyat Padangbai, meskipun rencana ini masih dalam tahap studi akademis.

Sebelumnya, DPRD Karangasem mengingatkan Perseroda untuk berhati-hati dalam penggunaan dana penyertaan modal sebesar Rp10 miliar tersebut. Dana itu diharapkan difokuskan sebagai modal dasar pendirian perusahaan dan bukan untuk biaya operasional sehari-hari.

Data dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem mencatat bahwa produksi beras di Karangasem pada akhir 2023 mencapai 42.683,68 ton per tahun. Namun, kebutuhan beras di wilayah ini mencapai 60.534,52 ton, sehingga masih terdapat kekurangan sebesar 17.850,24 ton yang ditutupi dengan pasokan dari luar Karangasem.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Kadistan PP, I Nyoman Siki Ngurah, menyebutkan bahwa ketidakseimbangan ini mengharuskan Karangasem mengandalkan suplai beras dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News