PMP
Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Peningkatan Produktivitas Budidaya Jamur Tiram Berbasis Smart Farming dengan Pemanfaatan Kontrol Otomatis. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Salah satu bentuk nyata dari pengabdian ini adalah program pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas budidaya jamur tiram dengan penerapan teknologi smart farming dan pemanfaatan kontrol otomatis. Program ini dirancang untuk memberdayakan petani lokal, meningkatkan hasil pertanian, serta mengurangi dampak lingkungan melalui penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang didanai oleh DRTPM Kemdikbudristek, Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, dan berhasil lolos dalam seleksi nasional dengan skema PMP (Pengabdian Masyarakat Pemula). Dosen Teknik Elektronika Politeknik Nasional, Kadek Reda Setiawan Suda, S.Pd., M.Tr.T., bertindak sebagai ketua pengusul yang dibantu oleh anggota Putu Diah Junitasari, S.E., Ak., M.Si., serta melibatkan 2 orang mahasiswa dari prodi D3 Teknik Elektronika Politeknik Nasional

Latar Belakang

Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Namun, banyak petani di pedesaan masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, rendahnya produktivitas, serta ketergantungan pada sumber energi konvensional yang tidak ramah lingkungan. Budidaya jamur tiram, sebagai salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sering kali masih dikelola secara tradisional, sehingga hasilnya belum maksimal.

Melihat permasalahan tersebut, diperlukan sebuah inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam budidaya jamur tiram. Teknologi smart farming, yang berbasis pada kontrol otomatis, menjadi solusi yang tepat untuk diimplementasikan di desa-desa.

Penerapan Teknologi Smart Farming

Dalam program ini, teknologi smart farming diintegrasikan ke dalam sistem budidaya jamur tiram. Melalui teknologi ini, seluruh proses budidaya, mulai dari pengaturan suhu, kelembapan, hingga pencahayaan, dapat diatur secara otomatis dengan bantuan sensor dan sistem kontrol cerdas. Petani tidak perlu lagi memantau secara manual kondisi ruangan budidaya, karena semua parameter penting dapat dipantau dan diatur melalui aplikasi di smartphone.

Keunggulan utama dari teknologi smart farming ini adalah kemampuan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Kondisi yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram dapat dijaga secara konsisten, sehingga jamur dapat tumbuh lebih cepat dan dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga dapat mengurangi biaya operasional karena petani tidak perlu lagi mengeluarkan banyak tenaga dan waktu untuk perawatan rutin.

Dampak Positif Bagi Masyarakat Desa

Program pemberdayaan ini memiliki dampak positif yang sangat signifikan bagi masyarakat desa. Dengan penerapan teknologi smart farming, para petani jamur tiram tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas mereka, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan teknologi modern. Pelatihan yang diberikan dalam program ini juga mendorong munculnya petani-petani yang lebih inovatif dan mandiri.

Selain itu, program ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, pendapatan petani akan meningkat, yang pada gilirannya dapat memperbaiki kualitas hidup mereka. Program ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa, baik sebagai petani jamur maupun dalam pengelolaan dan pemeliharaan sistem teknologi yang digunakan.

Ajakan untuk Berperan Aktif

Masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mendukung program-program seperti ini agar dapat berkembang lebih luas dan diterapkan di berbagai daerah. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan desa-desa yang lebih maju, produktif, dan ramah lingkungan melalui inovasi teknologi berkelanjutan.(PMP Politeknik Nasional/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News