BALIPORTALNEWS.COM, NUSA DUA – Muktamar ke-6 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, menuai perhatian luas. Acara tersebut diselenggarakan di tengah meningkatnya ketegangan internal di tubuh PKB.
Penolakan terhadap Muktamar ini datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, budayawan, hingga tokoh pemuda. Mereka menilai, pelaksanaan Muktamar berpotensi mengancam stabilitas keamanan di Bali.
Tidak hanya dari masyarakat, ketegangan juga terlihat di internal PKB, terutama akibat konflik yang melibatkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Isu utama yang memicu ketegangan ini adalah dugaan pelanggaran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yang mengarah pada dominasi kekuasaan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Sekretaris DPP PKB, A Malik Haramain, dalam konferensi pers di Hotel Mahogany, Nusa Dua, Sabtu (24/8/2024) malam, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima mandat dari ratusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB di seluruh Indonesia yang merasa tidak puas dengan pelaksanaan Muktamar tersebut. Beberapa DPC bahkan dilaporkan telah diberhentikan sebelum Muktamar di Bali berlangsung.
“Berdasarkan Keputusan Tim Panel dan imbauan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk tidak melanjutkan Muktamar di Bali, kami dari DPP PKB memutuskan untuk menggelar Muktamar Ulang pada tanggal 2-3 September 2024 di Jakarta. Kami juga telah menunjuk saudara Lukman Edy untuk mempersiapkan pelaksanaan Muktamar tersebut, termasuk penyusunan Organizing Committee dan Steering Committee,” jelas Malik Haramain kepada sejumlah media malam itu.
Lebih lanjut, Malik Haramain mengungkapkan bahwa PBNU meminta agar PKB kembali dikendalikan oleh NU, demi mengembalikan peran dan eksistensi para ulama dan kiai sebagaimana saat awal berdirinya PKB pada tahun 1998.
“Atas nama Fungsionaris DPP PKB, kami akan mengadakan Muktamar Ulang dan akan berkonsultasi secara intensif dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai pendiri dan pemilik sah Partai Kebangkitan Bangsa,” pungkas Malik Haramain.(tis/bpn)













