ECOBRICK
Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Wisata Belumbang. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Permasalahan sampah di Bali masih menjadi perhatian serius yang memerlukan berbagai solusi penangan tidak hanya oleh pemerintah, melainkan juga semua pihak. Jika tidak segera ditangani dengan baik, lambat laun dapat menjadi ancaman yang meredupkan pariwisata Bali yang begitu terkenal di dunia.

Meskipun sudah terdapat Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber serta telah dibangunnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), namun hingga saat ini upaya tersebut belum maksimal sehingga perlu dilakukan pendekatan lain untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut.

Pengelolaan sampah di desa wisata memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Pariwisata sangat identik dengan kebersihan dan keindahan. Namun, keindahan alam serta keunikan dari budaya Bali tidak akan dapat membendung kekecewaan wisatawan yang melihat kondisi alam Bali yang dipenuhi oleh sampah.

Dalam upaya untuk menangani permasalahan sampah yang kian meningkat dan berdampak buruk terhadap pariwisata Bali, Universitas Mahasaraswati Denpasar berinisiatif melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan sampah plastik di Desa Wisata Belumbang. Desa Wisata Belumbang merupakan sebuah destinasi yang memikat di daerah Kerambitan, Tabanan, Bali.

Berbagai pendekatan dilaksanakan oleh Tim Universitas Mahasaraswati Denpasar yang terdiri dari 22 Mahasiswa dan dibimbing oleh salah satu dosen Universitas Mahasaraswati Denpasar, apt. Nyoman Budiartha Siada, S.Farm., M.Farm., pada bulan Juli hingga Agustus 2024. Program pengabdian masyarakat ini merupakan upaya penanggulangan sampah plastik di Desa Wisata Belumbang dengan mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai guna yang tidak hanya bermanfaat dari sisi lingkungan, melainkan juga mampu meningkatkan visualitas Desa Belumbang sebagai desa wisata.

Berdasarkan pemaparan Ni Made Mona Aprilina, selaku Koordinator Pengabdian Masyarakat di Desa Belumbang, kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan berbagai lembaga pendidikan di lingkungan Desa Belumbang, meliputi Paud Kumara Jaya, TK Kumara Jaya, serta SDN 2 Belumbang. Edukasi terkait pemilahan sampah diberikan kepada peserta didik guna mewujudkan kesadaran pilah sampah mandiri sejak dini. Selain itu, Tim Universitas Mahasaraswati Denpasar juga melibatkan dan memberikan pelatihan terkait kreativitas daur ulang botol plastik menjadi kerajinan tangan dan Eco Brick.

“Eco Brick atau bata ramah lingkungan merupakan inovasi visioner yang dapat dikembangkan sebagai solusi pengolahan limbah plastik. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan menarik, serta memperkuat peran Desa Belumbang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali,” jelas Mona Aprilina.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah, Tim Universitas Mahasaraswati Denpasar juga menyelenggarakan program pemberian tempat sampah di area Sungai Ho, yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama di Desa Wisata Belumbang. Penempatan tempat sampah ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran di kawasan sungai, sehingga kebersihan dan keindahan Sungai Ho tetap terjaga. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan wisatawan dan masyarakat setempat dapat lebih mudah untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga lingkungan sekitar sungai tetap bersih dan terjaga.

Masyarakat desa yang diwakili oleh I Gede Made Ody Putra Darmawan, yang salah satu staf desa digital menyampaikan terima kasih atas pengabdian yang dilaksanakan oleh Tim Universitas Mahasaraswati Denpasar.

“Terima kasih kepada teman-teman Universitas Mahasaraswati Denpasar sudah melakukan kegiatan di Desa Belumbang dengan program mengenai pembuatan tempah sampah di Sungai Ho, di mana dengan ini kita bisa memilah sampah organik dan nonorganik itu sangat berfungsi untuk panutan kedepannya guna menjaga alam kita semua,” ucapnya sembari menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat untuk Desa Wisata Belumbang kedepannya.

ECOBRICK
Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Wisata Belumbang. Sumber Foto : Istimewa

Senada dengan Made Ody, Perbekel Desa Belumbang, drh. I Ketut Dyana Putera juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan program-program yang dilaksanakan di Desa Belumbang.

“Saya selaku perbekel menyampaikan terima kasih untuk program kebersihan yang dilakukan oleh Tim Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan pembuatan tong sampah dan edukasi pemilahan sampah organik dan nonorganik, kemudian pembuatan papan nama dari ecobrick sangat memotivasi bagi masyarakat kami,” ucap drh. Dyana.(adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News