qris
QRIS Jadi Pilar Utama Digitalisasi Bali. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka merayakan Pekan QRIS Nasional dan HUT ke-66 Provinsi Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar Casual Talk dengan tema ‘Aku Bisa Membuatmu Jatuh Cinta kepada QRIS’ yang menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. 

Acara ini juga dihadiri oleh para pelaku UMKM, yang semakin memperkuat semangat digitalisasi di kalangan UMKM Bali.

Pada kesempatan ini,  perekonomian nasional tumbuh sebesar 5,05%, sementara Bali mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,36%. Tingkat inflasi di Bali juga berhasil dijaga pada level 2,7%, masih dalam koridor inflasi nasional. 

“Sektor pariwisata tetap menjadi andalan perekonomian Bali, didukung oleh digitalisasi yang semakin pesat,”ungkap Kepala BI Bali Erwin Soeriadimadja saat membuka Casual Talk dengan tema “Aku Bisa Membuatmu Jatuh Cinta kepada QRIS” pada Rabu (14/8/2024) di Art Centre Denpasar.

 QRIS: Pilar Utama Digitalisasi di Bali

Erwin Soeriadimadja juga mengungkapkan salah satu inisiatif utama dalam mendorong ekonomi digital di Bali adalah implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). 

“Dengan tujuan menyederhanakan dan mempermudah transaksi digital, QRIS telah berhasil menggaet 850 ribu penyedia di seluruh kabupaten/kota di Bali, dengan penggunaan mencapai 27,6% dan 7,6 juta transaksi,” terangnya.

Keberhasilan digitalisasi ini juga terlihat dalam berbagai indikator pembayaran lainnya, seperti kartu kredit, BI Fast, dan platform e-commerce, yang bersama-sama mendorong efisiensi ekonomi di Bali.

Tiga Langkah Akselerasi Digitalisasi di Bali

Ke depan, terdapat tiga langkah utama untuk mempercepat digitalisasi di Bali. Pertama, peningkatan kesadaran dan penggunaan non-tunai di berbagai sektor, didukung oleh edukasi masyarakat, pengembangan infrastruktur, dan inklusivitas digital.

Kedua, pembentukan ekosistem digital yang melibatkan berbagai pihak, dengan Sanur dan Nusa Lembongan sebagai contoh pilot project yang tengah dikembangkan. Ketiga, pentingnya program perlindungan konsumen untuk meningkatkan keamanan dan pemahaman masyarakat dalam bertransaksi digital.

Dengan mengedepankan KIS (Konsisten, Inovasi, dan Sinergi), Provinsi Bali optimis untuk terus menggelorakan semangat digitalisasi, sejalan dengan tema Hari Jadi Provinsi Bali, ‘Praja Hita Parama Karya’, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News