FIAT RAP
FIATA-RAP Meeting 2024, Menjajaki Masa Depan Keberlanjutan di Sektor Logistik. Sumber Foto : gr/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, NUSA DUA – Telah berlangsung kegiatan FIATA-RAP Meeting 2024 bertajuk ‘The Future of Sustainability’ pada Kamis (11/7/2024) di Merusaka, Nusa Dua, Badung.

Kegiatan tahunan yang digelar Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) bersama Federation of International Freight Forwarders Associations (FIATA) ini, dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Direktur Pertamina International Shipping, Eka Suhendra mengatakan Pertamina sudah menggunakan CO2 untuk meningkatkan hasil produksi.

“Untuk sekarang ini Pertamina sudah ada inisiatiaf untuk menggunakan CO2 sebagai pendorong. Jadi, untuk minyak yang keluarnya lambat, dengan disuntikkan CO2 di bawah bumi, ini akan membuat minyak banyak keluarnya. Dan produksinya akan meningkat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan dengan menggunakan CO2 akan meningkatkan produksi minyak, dan tidak akan tersebar ke lingkungan.

“Ada 2 keuntungan yaitu produksi minyak akan meningkat, dan kedua, CO2 akan trap dibawah bumi dan tidak lari ke lingkungan. ini beberapa langkah yang sudah dilakukan Pertamina Persero,” ungkap Eka Suhendra.

Baca Juga :  ITDC Pastikan Pantai The Nusa Dua Tetap Aman, Dugaan Kemunculan Hiu Masih Belum Terverifikasi

Eka Suhendra menambahkan Jakarta Integrated Green Terminal (JIGT) merupakan kerjasama dengan Pelindo yang pengelolaannya dilakukan secara green.

“Terkait dengan JIGT, ini merupakan kerjasama kita dengan Pelindo dan itu juga mimpi besar kita. Kita berharap itu akan menjadi satu terminal yang nantinya tidak di override atau utilities listrik atau segala macamnya, kita bisa hasilkan dari energi yang lebih green dan sustainable seperti angin dan matahari. Kedua, kita tidak cuma memakai kargo fuel, akan tetapi  mencari kargo yang lebih green,” tambah Eka Suhendra.

Ia juga menyatakan, untuk terminal ini akan memprioritaskan  untuk cargo yang memberikan dampak yang lebih positif untuk lingkungan.

Baca Juga :  FHTB 2026 Sukses Digelar, Hubungkan Lebih dari 700 Jaringan Bisnis Sektor Pariwisata di Indonesia Timur

Prasetyo selaku Direktur Pelindo mengatakan Pelindo sudah berupaya untuk meningkatkan pencapaian hasil.

“Upaya yang dilakukan Pelindo bagaimana meningkatkan performa untuk menurunkan port stay dan cargo stay,” ucap Prasetyo.

Prasetyo juga menuturkan, adanya digitalisasi akan meningkatkan performa Pelindo dan mempercepat bongkar muat kargo.

“Dengan adanya digitalisasi kita mempercepat arus bongkar muat kargo yang ada di terminal. Kemudian juga beberapa implementasi digitalisasi baik itu di marine, terminal operating system dan single erp. Nah, ini juga akan meningkatkan performa dari Pelindo,” tuturnya.

Managing Director TaxPrime, M Fajar Putranto menjelaskan, pajak berpengaruh penting supaya bisnis logistik di Indonesia lebih maju.

FIAT RAP
FIATA-RAP Meeting 2024, Menjajaki Masa Depan Keberlanjutan di Sektor Logistik. Sumber Foto : gr/bpn

“Yang perlu didorong oleh pemerintah, pertama kalo berbicara perpajakan, itu yang perlu di dorong supaya bisnis logistik di indonesia itu maju. Karena apabila pemerintah mengharapkan pertumbuhan ekonomi 8%, tapi logistik itu terlalu banyak compatity, itu yang dihadapi dari sisi administrasi. Dan ini bukan hambatan, tetapi perlu diselaraskan saja,” jelas Fajar Putranto.

Baca Juga :  Tanam 250 Bibit Mangrove, ITDC Nusantara Utilitas Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

Sementara, Woody Boemara selaku VP Supply and Logistic Operation PT. Kilang Pertamina Internasional memaparkarkan pihaknya sudah bekerjasama dengan PT. Pertamina International Shipping (PIS) serta menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Kita lebih fokus ke lingkungan yang sustainable. Jadi kita sudah bekerjasama dengan PIS untuk penyediaan reservasinya dan kita sudah menggunakan bahan bakar B35 yang lebih ramah lingkungan. Armada dari PIS juga sudah beberapa sudah menggunakan scrubber sehingga lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung selama dua hari yakni 11-12 Juli itu mendiskusikan bagaimana membangun keberlanjutan dalam rantai pasok global dan masa depan investasi di sektor logistik.(gr/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News