BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Klinik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menerima peninjauan langsung Tim Surveior Lembaga Akreditasi Fasyanes Seluruh Indonesia (Laskesi) dalam rangka akreditasi Klinik Lapas Tabanan. Tim Surveior terdiri dari dua orang, yaitu dr. Ayu Agung Ampera dan dr. Made Laksmi, disambut oleh Kepala Lapas (Kalapas) beserta jajaran Sub. Seksi Perawatan, Kamis (16/5/2024).
Kegiatan luar jaringan (luring) oleh Tim Surveior diawali dengan penampilan yel-yel Akreditasi Klinik Lapas Tabanan oleh tim beserta warga binaan yang dipandu oleh Penanggung Jawab (PJ) Klinik selaku dokter lapas, Luh Putu Tresnadewi. Dilanjutkan kemudian pemaparan klarifikasi hasil survei daring oleh Tim Surveior di Aula Candra Prabhawa.
Sebelum kegiatan paparan dilaksanakan pembacaan dan serah terima Surat Pernyataan Surveior dan Surat Pernyataan Komitmen PJ Klinik.
Kalapas Tabanan, Muhamad Kameily dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Tim Surveior dari Laskesi. Dia juga menjelaskan pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan terhadap hak-hak dasar warga binaan.
“Salah satu tugas dan fungsi kami dalam pelayanan Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu dengan memberikan hak-hak warga binaan, salah satunya dalam hal pelayanan kesehatan. Terkait klinik kami yang ikut kegiatan akreditasi, kami berharap klinik kami dapat jadi salah satu pilot project yang jadi pelopor klinik-klinik Lapas/rutan lain di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali,” ucapnya.
- Laksmi selaku koordinator wilayah Laskesi mengatakan bahwa mereka siap membantu dalam pelaksanaan akreditasi Klinik Lapas Tabanan. Dia juga mengapresiasi Tim Akreditasi Klinik Lapas yang berani untuk mengikuti kegiatan akreditasi.
“Semangat dari Tim Klinik Lapas Tabanan sangat saya apresiasi, meskipun cuma berempat tetapi tetap kompak. Kemudian Klinik Lapas Tabanan juga merupakan klinik pertama yang berani maju untuk mengikuti akreditasi di wilayah Bali. Itu mencerminkan bagaimana komitmen rekan-rekan di sini,” ujarnya.
Ketua Tim Surveior, dr. Ampera menjelaskan bahwa Laskesi itu tidak menyusahkan dan tidak menyeramkan seperti moto Laskesi yaitu mudah, bermutu, menyenangkan untuk dilaksanakan. Dia mengungkapkan bahwa sebagai klinik pertama yang yang mengajukan akreditasi Klinik Lapas Tabanan tentu akan jadi percontohan bagi klinik-klinik lapas yang lain.
“Klinik Lapas Tabanan sebagai klinik pertama yang ikut akreditasi tentunya nanti akan jadi contoh bagi klinik-klinik lain. Jadi, di sini saya berharap dokumennya betul-betul baik, sehingga teman-teman yang studi banding ke sini bisa melihat apa yang sudah dilaksanakan Klinik Lapas Tabanan,” tegasnya.
PJ Klinik dalam kesempatan ini juga mengucapkan apresiasi kepada Tim Surveior yang telah membimbing dan membentuk Tim Akreditasi Klinik Lapas dalam proses akreditasi. Dia menjelaskan akreditasi dalam peningkatan mutu dan pelayanan ini telah membuat mereka melek dalam hal penyelenggaraan pelayanan.
“Akreditasi ini membuat kami benar-benar banyak belajar tentang bagaimana mengelola suatu klinik dengan baik. Mulai dari tata kelola klinik bahwa di dalam mewujudkan suatu pelayanan kesehatan kita harus punya visi, misi, dan tujuan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” ujar Tresna.
Selesai kegiatan sambutan dan pemaparan, dilaksanakan kegiatan pemeriksaan dokumen-dokumen pengungkit. Kemudian juga dilaksanakan kegiatan simulasi-simulasi sesuai dengan yang terdapat pada saat paparan seperti simulasi enam cuci tangan, identfikasi pasien, serta spill kit. Selain itu Tim Surveior juga mengecek sarana dan prasaran yang ada di Klinik Lapas Tabanan.
Pada Exit Conference, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Agung Wisnuputra Dalem, mewakili Kalapas mengucapkan terima kasih kepada Tim Surveior dan masukan-masukan yang diberikan.
“Evaluasi yang telah diberikan akan segera kami penuhi. Mudah-mudahan semua ini ujungnya baik. Pelayanan yang kami berikan kepada warga binaan jadi lebih baik ke depannya dan kemudian ini menjadi lapas yang pertama di Bali yang mendapatkan akreditasi,” harapnya. (ita/bpn)













