Siat API
Ini Makna Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda Karangasem. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Desa Adat Duda kembali menggelar tradisi siat api di atas jembatan tukad sang-sang yang berada diantara perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada Kamis sore (8/2/2024).

Tradisi ini rutin digelar setiap tahunnya sebagai upaya untuk menetralisir kekuatan negatif serta dimaknai sebagai pembersihan alam semesta untuk mengembalikan unsur alam yang ada di lingkungan desa adat setempat, sehingga tercipta keseimbangan menjelang dilaksanakannya upacara Usaba Dalem pada saat Sasih Kesanga.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali Ring Puncak Karya Aci Purnama Kasa di Pura Pengubengan Besakih

Dalam pelaksanaannya, tradisi ini menyerupai perang yang diikuti oleh krama lanang serta pecalang desa adat setempat, yang menjadi pembedanya hanya pada senjata yang dipergunakan berupa daun kelapa tua yang diikat dan dibakar atau disebut ‘Prakpak’. Seiring perkembangan, tradisi yang digelar pasa saat sandikala ini juga diiringi pementasan pragmentari yang membuat suasananya menjadi semakin sakral.

“Melalui tradisi ini diharapan agar masyarakat desa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, siat api juga dimaknai sebagi ujian untuk mengendalikan emosi yang terdapat dalam jiwa manusia, ” kata Bendesa Adat Duda, I Komang Sujana.

Baca Juga :  Gubernur Koster Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi Sambut Tahun Ajaran 2026–2027

Tradisi siat api di Desa Pakraman Duda sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu, namun sempat terhenti akibat erupsi Gunung Agung pada tahun 1963. Kemudian untuk pertama kali kembali pada tahun 2017 hingga saat ini rutin dilaksanakan.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News