
BALIPORTALNEWS.COM, KUTA – Universitas Dwijendra kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan mewisuda 256 lulusan pada Wisuda Sarjana ke-38 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-44, Selasa, 28 Juli 2026, di The Patra Bali Resort & Villas. Momentum tersebut menjadi bukti komitmen universitas dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.
Rektor Universitas Dwijendra, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 256 lulusan, sebanyak 45 orang merupakan lulusan Program Magister dan 211 orang lulusan Program Sarjana.
Rinciannya meliputi 42 lulusan Magister Hukum, tiga lulusan Magister Penyuluhan Pertanian, 10 lulusan Arsitektur, 22 lulusan Fakultas Pertanian dan Bisnis, 24 lulusan Ilmu Komunikasi, 42 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta 113 lulusan Fakultas Hukum. Dengan wisuda kali ini, Universitas Dwijendra telah menghasilkan 9.990 lulusan Program Sarjana dan 235 lulusan Program Magister yang telah berkiprah di berbagai bidang profesi, baik nasional maupun internasional.
Pada wisuda kali ini, lulusan terbaik Program Sarjana diraih oleh Ni Kadek Masmini dari Program Studi Hukum dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Sementara Ni Kadek Yunita dari Program Studi Ilmu Komunikasi serta Ni Wayan Purnamasari Dewi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sama-sama meraih IPK 3,97. Untuk Program Magister, predikat lulusan terbaik diraih Made Adicandra Purnawan dari Magister Hukum dengan IPK sempurna 4,00.
Selain meluluskan ratusan mahasiswa, Universitas Dwijendra juga mencatat berbagai prestasi akademik dan nonakademik. Mahasiswa berhasil meraih sejumlah penghargaan tingkat regional hingga nasional, di antaranya juara pada kompetisi arsitektur, karikatur nasional, video edukasi pasar modal, barista kopi Bali, olahraga bela diri, hingga taekwondo. Di sisi dosen, sejumlah hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga berhasil diperoleh sepanjang 2025–2026.

Rektor juga melaporkan peningkatan kualitas sumber daya dosen. Saat ini sebanyak 22 dosen atau 33,85 persen telah berkualifikasi doktor (S3), sementara 13 dosen lainnya tengah menempuh studi lanjut. Universitas juga memiliki delapan dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala dan satu Guru Besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Dalam memperluas jejaring internasional, Universitas Dwijendra terus menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi dunia, seperti Waseda University dan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jepang, Institute for Global Environmental Strategies (IGES), Bulacan Agricultural State College Filipina, hingga Kedutaan Besar Bulgaria melalui berbagai riset dan kegiatan akademik internasional. Universitas juga menggelar konferensi internasional bersama Sandihdya Inspiring Academic Excellence India bertema Global Management and Sustainability.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan, Universitas Dwijendra memberikan keringanan biaya pendidikan lebih dari Rp10 juta bagi lulusan sarjana yang melanjutkan studi ke Program Magister Hukum maupun Magister Penyuluhan Pertanian. Selain itu, tersedia pula beasiswa berupa keringanan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) bagi lulusan SMA/SMK Dwijendra yang ingin melanjutkan kuliah di Universitas Dwijendra.
Sementara, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, menegaskan bahwa perubahan paradigma pendidikan tinggi nasional menuntut perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan inovasi, adaptasi, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi bangsa.
Ia mengutip laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang memprediksi sepuluh keterampilan utama yang dibutuhkan pada 2030, di antaranya kemampuan berpikir analitis, kepemimpinan, kreativitas, literasi teknologi, empati, hingga pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi harus semakin fleksibel, adaptif, dan berbasis pengalaman nyata agar lulusan siap menghadapi perubahan dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. I Nyoman Satia Negara, S.H., M.H., mengajak para lulusan untuk menjadikan wisuda sebagai awal pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Tri Kaya Parisudha, yakni berpikir, berkata, dan berbuat baik sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, dan globalisasi.
Menurutnya, lulusan Universitas Dwijendra harus mampu menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, berbudaya, serta tetap menjaga nama baik almamater di mana pun berkarya.
Menutup laporannya, Rektor Prof. Gede Sedana mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menyandang gelar akademik. Ia berharap seluruh alumni mampu menjadi agen perubahan yang terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (ads/bpn)












