
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Masa jabatan Bendesa Adat Asak, Desa Pertima, Kabupaten Karangasem, resmi berakhir. Untuk menghindari kekosongan kepemimpinan, Penghulun Desa dari Paduluan, De Baan Wayan We Sukri ditunjuk sebagai Plt. Bendesa didampingi Pengajeg I Nengah Putu Kastawan dan Jro Nengah Wasista.
Penunjukan tersebut disepakati dalam Paruman Krama Paduluan Desa Adat Asak yang digelar di balai desa, Sabtu (25/7/2026). Paruman dihadiri tokoh adat, krama nyoman, krama sesabu, serta mendapat pengamanan dari pecalang.
Sebelum penunjukan Plt. Bendesa, paruman diawali dengan persembahyangan Bersama dilanjutkan pembacaan perarem dihadapan seluruh krama yang hadir sebagai dasar pelaksanaan rapat dan proses pengambilan keputusan.
“Agenda rapat ini berkaitan dengan tutug sengker masa jabatan Bendesa, tadi diawali dengan membacakan perarem terlebih dahulu agar masyarakat tau apa isi dari perarem tersebut, setelah itu disepakati untuk menunjuk Plt. agar tidak terjadi kekosongan,” jelas Pengajeg Putu Kastawan usai paruman.
Usai penunjukan Plt. Bendesa, adapaun agenda berikutnya akan membentuk Panitia Perarem Ngadegang Bendesa yang bertugas menyiapkan proses pemilihan bendesa definitif.
Melalui panitia tersebut, berbagai masukan dari masyarakat akan dihimpun untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan isi Perarem Ngadegang Bendesa, apabila masih terdapat hal-hal yang perlu disesuaikan.
Hasil paruman terkait penunjukan Plt. Bendesa selanjutnya akan dilaporkan kepada Majelis Desa Adat (MDA) untuk memperoleh tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurut Kastawan seluruh proses pembentukan panitia, penyempurnaan perarem, hingga persiapan pemilihan bendesa definitif dapat diselesaikan dalam masa tugasnya selama enam bulan.
Salah seorang krama Desa Nyoman, I Gede Budi Hartawan, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung jalannya paruman sehingga berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Menurutnya, terbentuknya Plt. Bendesa menjadi langkah awal yang penting agar proses administrasi menuju pemilihan bendesa definitif dapat segera berjalan.
“Saya selaku karama desa nyoman melihat semua sudah berjalan sebagaiman mestinya, mudah-mudahan dengan awal yang baik Desa Adat Asak nemonin kasukertaan ikang Desa Adat,” kata Budi Hartawan yang juga menjabat sebagai Petajuh Petengen Agung MDA Provinsi Bali serta Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karangasem.(st/bpn)












