Putra Badung Lolos Paskibraka Nasional 2026
Putra Badung Lolos Paskibraka Nasional 2026. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Badung. I Made Dwi Sathya Kurniawan, murid SMAN 1 Kuta Utara, berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026 setelah melewati serangkaian seleksi ketat dari tingkat daerah hingga nasional.

Pada proses seleksi tahun ini, Kabupaten Badung mengirimkan dua perwakilan terbaik, yakni I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMAN 1 Kuta Utara dan Vadeline Angelia dari JB School Badung. Keduanya berhasil menunjukkan kemampuan terbaik hingga mampu bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Dari hasil seleksi nasional, I Made Dwi Sathya Kurniawan dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026. Sementara Vadeline Angelia juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil menembus tahapan seleksi tingkat nasional.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembinaan generasi muda di Kabupaten Badung.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama, mulai dari pemilihan pelatih terbaik, pola pembinaan yang terarah, hingga dukungan sekolah dalam mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti seleksi,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Badung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Mas Arimbawa menjelaskan, keberhasilan Dwi Sathya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga ditunjang oleh kualitas akademik, karakter, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang kuat.

“Peserta yang terpilih memiliki kualitas akademik dan nonakademik yang baik, didukung sikap, akhlak, dan kedisiplinan yang kuat. Mereka memahami pentingnya nasionalisme, kerja sama tim, serta menghormati aturan yang berlaku selama proses pembinaan,” jelasnya.

Selain kemampuan teknis, proses seleksi juga mencakup penilaian kesehatan, kesehatan mental, wawasan kebangsaan, etika, rekam jejak sosial, hingga aktivitas digital peserta. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan calon Paskibraka memiliki integritas dan karakter yang baik sebagai representasi generasi muda Indonesia.

“Di tengah perkembangan media sosial yang begitu pesat, rekam jejak digital menjadi salah satu aspek penting yang turut diperhatikan dalam proses seleksi,” tambahnya.

Usai lolos seleksi kabupaten, para calon Paskibraka menjalani pembinaan intensif yang meliputi pelatihan, pengasuhan, penguatan karakter, hingga pemantauan berkelanjutan oleh tim pelatih dan Bakesbangpol.

Ke depan, Bakesbangpol Badung berkomitmen terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem pembinaan agar semakin banyak putra-putri daerah yang mampu menembus seleksi nasional.

“Keberhasilan tahun ini harus menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan pada tahun-tahun mendatang. Target kami tidak hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga meningkatkan jumlah wakil Badung yang lolos ke tingkat pusat,” tegas Mas Arimbawa.

Ia juga memastikan pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap I Made Dwi Sathya Kurniawan selama menjalani pendidikan dan pelatihan sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat.(adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News