Pertamina Perkuat Profesionalisme Difapreneur dan Skizopreneur
Pertamina Perkuat Profesionalisme Difapreneur dan Skizopreneur. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada Rabu (20/5/2026), Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Fuel Terminal Sanggaran melanjutkan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulannya bertajuk ‘Program Pemberdayaan Difapreneur (DIFEL Café) dan Skizopreneur (Rumah Berdaya)’.

Memasuki tahap IV, program tersebut difokuskan pada penguatan profesionalisme dan standardisasi pengelolaan usaha guna mendorong terciptanya kemandirian ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kelompok rentan di Kota Denpasar.

Program DIFEL (Disability & Female Empowerment Leader) Café dan Skizopreneur Rumah Berdaya merupakan inisiatif yang dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dan penyintas skizofrenia, seperti keterbatasan akses pekerjaan formal, stigma sosial, hingga minimnya peluang ekonomi.

Melalui penyediaan ruang kerja inklusif dan pengembangan usaha mikro, program ini dinilai mampu meningkatkan kemandirian finansial peserta sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang adaptif.

Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Bright Gas 12 Kg Kini Rp220 Ribu

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini menjadi pemantik bagi kami di Pertamina Patra Niaga untuk menegaskan kembali komitmen mewujudkan kemandirian bangsa yang seutuhnya, termasuk bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas dan penyintas skizofrenia,” ujar Ahad.

Menurut Ahad, pada tahap IV program difokuskan pada peningkatan tata kelola usaha melalui standardisasi operasional dan profesionalisasi manajemen agar DIFEL Café maupun unit usaha Skizopreneur mampu memiliki daya saing di pasar modern.

“Ini adalah bentuk nyata esensi kebangkitan, yakni bangkit bersama secara ekonomi, meruntuhkan stigma sosial, dan membangun ekosistem usaha berkelanjutan yang setara,” tambah Ahad.

Evaluasi pada tahap sebelumnya menunjukkan penguatan aspek tata kelola menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha dan menghindari stagnasi operasional.

Ketua KUBE Gantari Jaya Graha Nawasena, I Nyoman Juniarta, mengaku program pendampingan dari Pertamina memberikan dampak positif terhadap kelompok yang dikelolanya.

“Kehadiran DIFEL Café membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif dan mandiri. Fokus program tahap IV seperti penyusunan SOP usaha, peningkatan pelayanan hingga sertifikasi halal menjadi langkah besar bagi kami untuk berkembang lebih profesional,” kata Juniarta.

Sementara itu, Rumah Berdaya melalui program Skizopreneur terus mengembangkan usaha pada sektor produksi dupa dan layanan cuci motor.

Baca Juga :  Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Mulai 14 Juli 2026, Bright Gas 12 Kg Kini Rp220 Ribu

Ketua Program Skizopreneur Rumah Berdaya, I Nyoman Sudiasa, menilai penguatan legalitas usaha dan strategi pemasaran menjadi kebutuhan penting agar produk yang dihasilkan mampu menjangkau pasar lebih luas.

“Bagi penyintas gangguan kesehatan mental, program Skizopreneur bukan hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang terapi psikososial dan pemulihan martabat. Dukungan legalitas dan pemasaran menjadi langkah penting untuk menciptakan kemandirian jangka panjang,” ujar Juniarta.

Melalui penguatan tata kelola, legalitas usaha, dan perluasan pasar, Pertamina Patra Niaga berharap program DIFEL Café dan Skizopreneur dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat inklusif yang berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagi lahirnya generasi difapreneur dan skizopreneur yang mandiri secara ekonomi.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News