BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Mahasiswa Ilmu Komunikasi LSPR Bali menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk ‘Sonaralenta: Your Feelings Matter’ di Desa Batuan, Gianyar, dengan fokus memperkuat peran orang tua dalam menghadapi kecemasan (anxiety) pada remaja.
Kegiatan ini menyasar para orang tua yang memiliki anak usia remaja, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kemampuan mereka sebagai support system utama dalam menjaga kesehatan mental anak.
Melalui pilar Parent Support Circle, peserta diajak memahami dinamika emosional remaja serta membangun komunikasi yang lebih sehat di lingkungan keluarga.
Program diawali dengan sesi refleksi bertema ‘Saya Juga Pernah Muda’, yang dirancang untuk menumbuhkan empati orang tua terhadap pengalaman emosional anak. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi praktis terkait tanda-tanda anxiety serta teknik komunikasi asertif melalui kolaborasi dengan komunitas Bali Bersama Bisa.
Suasana kegiatan semakin interaktif melalui simulasi kelompok ‘Pass the Problem’, di mana peserta diajak mencari solusi kreatif atas berbagai tantangan pengasuhan. Kegiatan ini juga disertai pemberian hadiah menarik bagi peserta.
Salah satu peserta, Ni Wayan Asih, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait pola asuh yang sehat.
“Dari program ini saya jadi mendapat ilmu penting mengenai parenting, bagaimana mengasuh anak dengan pola yang sehat, sehingga mental saya sebagai ibu juga tetap terjaga,” ujarnya.
Kegiatan ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin kesehatan yang baik (SDG 3), pendidikan berkualitas (SDG 4), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17).
Dosen pengampu mata kuliah Community Development LSPR Bali, Ni Luh Putu Diah Desvi Arina, M.I.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Desa Batuan, masyarakat, community partner, serta mahasiswa yang telah menjalankan program ini dengan baik. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat positif bagi orang tua dalam menghadapi anak yang beranjak remaja,” ujarnya.
Melalui program Sonaralenta, mahasiswa LSPR Bali berkomitmen menciptakan ekosistem keluarga yang lebih inklusif dan bebas stigma, sekaligus mendorong terbangunnya komunikasi yang lebih terbuka antara orang tua dan anak.(r/bpn)













