Kue Rumahan Naik Kelas, Prami’s Kitchen Denpasar Go Digital Berkat Inovasi Dosen ITB STIKOM Bali
Kue Rumahan Naik Kelas, Prami’s Kitchen Denpasar Go Digital Berkat Inovasi Dosen ITB STIKOM Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Usaha mikro tidak lagi identik dengan sistem pengelolaan yang serba manual. Hal tersebut dibuktikan oleh Prami’s Kitchen di Denpasar yang berhasil bertransformasi menuju sistem digital melalui pendampingan tim dosen ITB STIKOM Bali.

Usaha yang bergerak di bidang pastry dan bakery tersebut kini meninggalkan pola pencatatan konvensional dan mulai menerapkan sistem manajemen berbasis digital guna meningkatkan efektivitas operasional usaha.

Sebelumnya, Prami’s Kitchen menghadapi tantangan yang umum dialami banyak pelaku UMKM, seperti pencatatan pesanan yang masih dilakukan secara manual melalui buku nota maupun pesan singkat. Selain itu, informasi harga produk juga masih sering disampaikan secara lisan sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan menyulitkan pemilik usaha dalam memantau perkembangan bisnis secara akurat.

Baca Juga :  46 Tahun Yayasan Astra - YDBA Dampingi UMKM Naik Kelas ke Rantai Pasok Industri

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat yang dipimpin Anak Agung Sandatya Widhiyanti menghadirkan solusi berupa sistem informasi berbasis website yang dirancang menyesuaikan kebutuhan operasional harian mitra usaha.

Sistem tersebut berfungsi sebagai ‘asisten digital’ yang membantu merapikan seluruh data produk dan transaksi penjualan ke dalam satu platform terintegrasi.

“Tujuannya adalah memberdayakan usaha rumahan agar memiliki fondasi manajemen yang lebih kuat. Dengan sistem ini, Prami’s Kitchen dapat mengelola produk dan pesanan secara lebih terstruktur tanpa menghilangkan karakter fleksibel dari usaha mereka,” ungkap tim pengabdian dalam laporannya.

Baca Juga :  QRIS BRI Permudah Transaksi Fruit Junkies, Penjualan Jus Tembus 200 Cup per Hari

Salah satu perubahan paling signifikan yang dirasakan adalah hadirnya katalog produk digital. Melalui sistem tersebut, pelanggan kini dapat memperoleh informasi produk, mulai dari jenis kue, varian, hingga harga secara lebih jelas dan konsisten.

Keberadaan katalog digital tersebut juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan karena pemilik usaha tidak lagi perlu menjelaskan detail produk secara berulang melalui komunikasi informal.

Program pendampingan ini tidak hanya berhenti pada penyediaan teknologi, tetapi juga disertai pelatihan intensif kepada pemilik usaha dan staf operasional agar mampu mengoperasikan sistem secara mandiri.

Baca Juga :  Gubernur Koster Permudah Akses Perlindungan HKI untuk IKM dan UMKM Bali
Kue Rumahan Naik Kelas, Prami’s Kitchen Denpasar Go Digital Berkat Inovasi Dosen ITB STIKOM Bali
Kue Rumahan Naik Kelas, Prami’s Kitchen Denpasar Go Digital Berkat Inovasi Dosen ITB STIKOM Bali. Sumber Foto : Istimewa

Hasilnya, terjadi perubahan pola kerja yang cukup signifikan. Prami’s Kitchen kini bertransformasi dari sistem pengelolaan manual yang memiliki risiko kesalahan menjadi sistem digital yang lebih rapi, aman, dan transparan.

Keberhasilan transformasi digital tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Kota Denpasar maupun daerah lain.

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna, usaha skala rumahan dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing sekaligus menghadapi tantangan pasar digital yang semakin berkembang.

Digitalisasi kini tidak lagi sekadar menjadi tren, melainkan kebutuhan penting bagi pelaku UMKM agar dapat terus tumbuh secara berkelanjutan di era modern.(*/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News