PLN UP2D Bali Edukasi Keselamatan Listrik, Dukung Aktivitas Masyarakat Aman di Musim Layangan dan Pembangunan
PLN UP2D Bali Edukasi Keselamatan Listrik, Dukung Aktivitas Masyarakat Aman di Musim Layangan dan Pembangunan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Memasuki musim layangan yang umumnya berlangsung pada April hingga September, aktivitas masyarakat dalam menerbangkan layang-layang meningkat signifikan. Periode Juni hingga September bahkan menjadi waktu terbaik karena kondisi cuaca yang cenderung cerah, angin stabil dari laut, serta bertepatan dengan masa libur tengah semester sekolah. Di sisi lain, kondisi cuaca yang baik juga mendorong meningkatnya aktivitas pembangunan, baik rumah tinggal, vila, ruko, maupun perkantoran.

Fenomena ini, meskipun positif dari sisi sosial dan ekonomi, tetap menyimpan potensi risiko terhadap keselamatan ketenagalistrikan apabila dilakukan tanpa memperhatikan jarak aman dengan jaringan listrik. Menyikapi hal ini, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali menggelar sosialisasi bertajuk ‘Mengenal Jaringan Kelistrikan PLN Distribusi untuk Bijak dalam Bermain Layang-Layang dan Pembangunan’.  Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi rutin bersama Radio RPKD 92,6 FM sebagai media komunikasi publik yang efektif menjangkau masyarakat luas di Bali.

Baca Juga :  PLN dan Politeknik Negeri Bali Perkuat Kolaborasi Ilmiah untuk Dukung Infrastruktur Kelistrikan Andal bagi Masyarakat

PLN memandang kedua aktivitas tersebut sebagai bagian dari dinamika kehidupan masyarakat yang perlu didukung, namun tetap harus dilakukan secara aman. Layang-layang di Bali tidak hanya menjadi permainan, tetapi juga bagian dari seni dan budaya. Sementara itu, pembangunan merupakan kebutuhan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:

  • Dalam Bermain Layang-Layang:
    • Menerbangkan layang-layang jauh dari jaringan listrik
    • Tidak menggunakan material yang bersifat konduktif
    • Tidak menginapkan layang-layang di udara dan menerbangkannya secukupnya
    • Memahami kekuatan serta karakter material layang-layang
  • Dalam Kegiatan Pembangunan:
    • Mematuhi kaidah Right of Way (ROW) atau jarak aman minimal ≥2,5 meter dari jaringan listrik 20 kV
    • Melaksanakan pembangunan dengan pengawasan tenaga ahli atau pihak bersertifikasi
    • Melaporkan potensi gangguan atau aktivitas yang mendekati jaringan listrik melalui Contact Center PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile
Baca Juga :  PLN Hadirkan Booth Layanan di Bali Jagadhita 2026, Permudah Masyarakat Akses PLN Mobile

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan pentingnya sinergi dengan media dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat.

“Kolaborasi dengan Radio RPKD 92,6 FM menjadi salah satu langkah strategis kami untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan. Melalui edukasi yang rutin dan mudah diakses, kami berharap pesan-pesan keselamatan ketenagalistrikan dapat dipahami dan diterapkan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik,” ujarnya.

Sementara itu, Penyiar Radio RPKD FM, Bambang Hariyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin bersama PLN. Menurutnya, program talkshow yang menghadirkan edukasi ketenagalistrikan ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Talkshow bersama PLN ini sangat informatif dan relevan bagi masyarakat Bali, khususnya di Denpasar, terutama saat musim layang-layang dan masifnya pembangunan di berbagai wilayah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi positif antara media radio, khususnya RPKD, dengan PLN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan penyampaian informasi yang komunikatif, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap keamanan listrik di lingkungan masing-masing, serta meningkatkan kewaspadaan dan kebijaksanaan dalam menggunakan listrik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UP2D Bali berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga jarak aman terhadap jaringan listrik, baik dalam aktivitas budaya seperti bermain layang-layang maupun dalam kegiatan pembangunan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang andal sekaligus aman demi kenyamanan bersama.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News