BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Desa Adat Besakih memastikan tidak melaksanakan upacara pembersihan pasca insiden seorang pemedek yang sempat pingsan di kawasan pura dan kemudian meninggal dunia.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi di areal palemahan, bukan di utama mandala Pura Agung Besakih.
“Pemedek tersebut hanya pingsan di areal palemahan, bukan di utama mandala. Selain itu, yang bersangkutan meninggal dunia setelah mendapat penanganan di Puskesmas Rendang,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan, upacara pembersihan biasanya dilakukan jika peristiwa meninggal dunia terjadi di area utama mandala pura. Namun dalam kasus ini, kondisi tersebut tidak terpenuhi.
“Kalau kejadian di utama mandala tentu kami akan melaksanakan upacara pembersihan,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan pihak keluarga melalui media sosial, yang menyebutkan bahwa korban, I Gusti Ngurah Suka (64) asal Mengwitani, Badung, meninggal dunia di Puskesmas Rendang. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata, turut membenarkan bahwa korban sempat pingsan di kawasan Pura Besakih sebelum dievakuasi ke puskesmas.
“Korban dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Rendang. Berdasarkan keterangan keluarga, yang bersangkutan memiliki riwayat sakit jantung,” jelasnya.
Dengan demikian, pihak Desa Adat Besakih memastikan tidak ada pelaksanaan upacara pembersihan karena kejadian tidak terjadi di area suci utama pura serta korban meninggal di luar lokasi.(st/bpn)













