Danau Yeh Malet
Misteri Danau Yeh Malet: Kisah Naga, Bidadari hingga Fenomena Aneh yang Dipercaya Warga. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Keindahan Danau Yeh Malet di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga menyimpan kisah-kisah misterius yang masih hidup di tengah masyarakat.

Di balik permukaan airnya yang tenang, beredar berbagai cerita bernuansa mistis yang diwariskan secara turun-temurun. Sejumlah warga bahkan mengaku pernah mengalami langsung kejadian yang sulit dijelaskan secara logika.

Salah satu pengalaman datang dari Nengah Merta. Ia mengaku pernah melihat sosok menyerupai naga saat mencari pakan ternak di sekitar danau.

“Waktu itu saya nyabit rumput, tiba-tiba ada sosok seperti naga berenang. Ada sirip di atasnya. Saya langsung gemetar dan dalam hati minta izin. Setelah itu hilang begitu saja,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Cerita lain disampaikan Nyoman Morag. Ia menyebut sejumlah orang dengan kemampuan spiritual pernah mengungkap adanya ‘dunia lain’ di tengah danau. Mereka mengaku melihat sebuah pura megah dengan meru tumpang pitu yang tidak kasat mata bagi orang biasa.

Tak hanya itu, fenomena kemunculan sosok bidadari juga kerap dikaitkan dengan danau tersebut. Beberapa pengunjung disebut sempat melihat tiga sosok perempuan sebelum akhirnya mengalami kesurupan.

“Sering ada orang dari luar datang untuk melukat. Ada yang bilang melihat tiga bidadari, tapi setelah itu malah kesurupan,” tuturnya.

Fenomena lain yang turut menjadi perhatian adalah suara ledakan misterius dari dalam danau. Warga mengaku suara tersebut kerap terdengar, terutama saat debit air menurun, dan hampir selalu diikuti hujan deras.

“Kalau sekali mungkin kebetulan, tapi ini sudah berulang. Suaranya keras sampai terdengar beberapa kilometer, lalu hujan deras turun,” imbuhnya.

Di balik berbagai kisah tersebut, masyarakat setempat juga memegang teguh aturan tidak tertulis. Pengunjung diimbau untuk menjaga sikap, tidak berkata kasar, serta menghormati area danau, termasuk bagi perempuan yang sedang datang bulan.

Bagi warga, larangan ini bukan sekadar mitos. Mereka meyakini telah ada kejadian nyata yang menjadi pengingat, termasuk peristiwa tragis di masa lalu yang dikaitkan dengan pelanggaran norma di kawasan danau.

Hingga kini, Danau Yeh Malet tidak hanya dikenal sebagai destinasi alam yang indah, tetapi juga sebagai kawasan yang sarat nilai spiritual dan kearifan lokal yang terus dijaga masyarakat.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News