BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Sebanyak 15 titik di Kabupaten Karangasem masih mengalami kendala jaringan telekomunikasi atau blank spot hingga akhir 2025. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak pada akses informasi dan layanan digital masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karangasem, dari delapan kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Bebandem yang tercatat bebas dari wilayah blank spot. Sementara kecamatan lainnya masih memiliki sejumlah titik tanpa jangkauan sinyal.
Beberapa wilayah yang masih mengalami blank spot antara lain Desa Rendang (3 titik), Desa Bunutan, Kecamatan Abang (3 titik), Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem (1 titik), serta Desa Ngis, Kecamatan Manggis (3 titik).
Selain itu, di Kecamatan Kubu terdapat tiga titik blank spot yang tersebar di Desa Ban dan Desa Sukadana. Sementara di Kecamatan Selat terdapat satu titik di Desa Sebudi, dan di Kecamatan Sidemen satu titik di Desa Telaga Tawang.
Kepala Dinas Kominfo Karangasem, Ida Nyoman Astawa, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut faktor geografis menjadi penyebab utama belum meratanya jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.
“Beberapa wilayah mengalami blank spot karena faktor geografis dan topografi perbukitan yang menghambat jangkauan sinyal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Sebagai langkah penanganan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan kondisi wilayah yang masih mengalami keterbatasan jaringan.
“Menyikapi kondisi tersebut, kami telah berkoordinasi dengan kementerian dan menyampaikan kondisi wilayah yang masih terdapat blank spot kepada Komdigi,” ujarnya.
Selain itu, Diskominfo juga akan mengusulkan wilayah terdampak melalui portal SIGNAL yang disediakan pemerintah pusat agar dapat ditindaklanjuti, termasuk melalui program Kampung Internet.
“Selain usulan ke pusat, solusi sementara juga dilakukan melalui penyediaan layanan internet gratis di desa-desa dengan sumber pendanaan dari APBD,” imbuhnya.
Pemerintah daerah berharap, melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan penyedia layanan, persoalan blank spot di Karangasem dapat segera teratasi sehingga akses komunikasi dan digital masyarakat semakin merata.(st/bpn)













