BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Suasana penuh keceriaan dan kreativitas mewarnai parade Ogoh-ogoh yang diikuti ratusan anak-anak dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD di Kabupaten Karangasem dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Kamis (12/3/2026).
Parade tersebut mengambil titik start di Taman Jagat Karana dan berakhir di GOR Gunung Agung. Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
Anak-anak tampak bersemangat mengarak ogoh-ogoh karya mereka masing-masing sambil mengenakan busana adat Bali serta berbagai kostum unik yang disesuaikan dengan tema yang dibawakan.
Sebelum memulai pawai, para peserta terlebih dahulu menampilkan atraksi singkat di area start yang disambut tepuk tangan meriah dari para orang tua dan masyarakat yang menyaksikan jalannya parade.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Gus Par, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus melatih keberanian anak-anak untuk tampil di depan umum.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar mengenal tradisi menjelang Nyepi sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini anak-anak bisa mengenal tradisi ogoh-ogoh sekaligus melatih keberanian dan kreativitas mereka,” ujarnya.
Parade ogoh-ogoh tahun ini diikuti peserta dari enam kecamatan di Kabupaten Karangasem. Sementara dua kecamatan lainnya tidak ikut karena telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing.
Gus Par berharap ke depan seluruh kecamatan dapat berpartisipasi sehingga anak-anak TK dan PAUD dari seluruh Karangasem dapat berkumpul dalam satu kegiatan besar yang lebih meriah.
Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Karangasem, Dewa Ayu Anom Pratiwi, menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang ditampilkan merupakan hasil karya bersama antara orang tua dan siswa.
Ia mengatakan pihaknya menginstruksikan agar ogoh-ogoh tidak dibeli, melainkan dibuat sendiri oleh orang tua bersama anak-anak sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus mempererat kebersamaan.
“Kami sengaja meminta agar ogoh-ogoh dibuat sendiri oleh orang tua siswa. Tujuannya untuk menumbuhkan kebersamaan sekaligus mengenalkan proses pembuatan ogoh-ogoh kepada anak-anak,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal ogoh-ogoh sebagai simbol perayaan Nyepi, tetapi juga memahami nilai budaya, kreativitas, serta kebersamaan yang terkandung di dalamnya.(adv/bpn)













