
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pembahasan pembangunan kembali mendominasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 tingkat Kecamatan Selat yang digelar pada Rabu (4/3/2026). Dalam forum tersebut, sebanyak 97 usulan disepakati untuk diajukan ke tingkat kabupaten.
Usulan tersebut terdiri dari 21 usulan bidang perekonomian dan sumber daya alam, 38 usulan bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, serta 38 usulan bidang infrastruktur dan kewilayahan.
Mayoritas usulan yang disampaikan berkaitan dengan perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan, rehabilitasi gedung sekolah, pembangunan fasilitas pelayanan publik, hingga pengadaan alat pencacah sampah dan armada pengangkutnya.
Musrenbang tahun ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Karangasem, serta anggota DPRD dari Kecamatan Selat.
Dalam arahannya, Gus Par menegaskan setiap usulan akan diverifikasi dan dibahas lebih lanjut di tingkat kabupaten dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah.
Ia juga mendorong desa-desa untuk mengusulkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait penanganan sampah yang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah.
“Saat ini pemerintah sedang memprioritaskan penanganan sampah, tetapi tidak mengabaikan yang lainnya. Semua tetap mengacu pada skala prioritas, misalnya lebih mengutamakan perbaikan ruang kelas yang rusak dibandingkan membuat taman atau tembok penyengker,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar pembangunan fasilitas pariwisata tetap mengikuti ketentuan yang berlaku dan tidak mengorbankan lingkungan.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan memberikan izin pembangunan pariwisata apabila menimbulkan polemik di masyarakat. Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata harus memberi manfaat nyata bagi warga sekitar.
“Pariwisata memang mulai bangkit, tetapi masyarakat harus diedukasi agar pembangunan tetap sesuai aturan. Kehadiran investor jangan sampai menimbulkan polemik dan mengabaikan lingkungan,” ujarnya.(adv/bpn)












