
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Satu tahun kepemimpinan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menjadi fase krusial dalam menentukan arah pembangunan daerah. Tahun pertama diposisikan bukan sekadar masa transisi, melainkan periode strategis untuk meletakkan fondasi yang kuat di seluruh sektor.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet kepemimpinan ini mengusung visi Nangun Satkerthi Loka Bali menuju Karangasem yang AGUNG. Visi tersebut diterjemahkan secara terstruktur ke dalam dokumen RPJMD 2025–2029, lengkap dengan misi, program prioritas, serta indikator kinerja yang terukur sebagai panduan kerja lima tahunan.
Pada tahun pertama, fokus diarahkan pada konsolidasi internal pemerintahan dan penataan arah kebijakan. Pembenahan birokrasi, sinkronisasi program antarperangkat daerah, serta penguatan tata kelola menjadi langkah awal untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, efisien, dan terarah.
Upaya ini dimaksudkan agar setiap kebijakan yang dijalankan memiliki kesinambungan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sektor ekonomi, pemerintah daerah memperkuat pertanian, kelautan, UMKM, dan pariwisata sebagai tulang punggung kesejahteraan rakyat. Infrastruktur penunjang seperti jalan usaha tani, jaringan irigasi, hingga fasilitas promosi UMKM mulai diperkuat guna meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Pendekatan ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata, terutama di wilayah pedesaan.
Bidang pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Perbaikan sarana prasarana sekolah, penguatan layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC), serta peningkatan fasilitas rumah sakit menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar, yakni: jalan, jembatan, air bersih, serta pengelolaan lingkungan difokuskan untuk membuka akses antarwilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Digitalisasi pelayanan publik juga dipercepat guna menghadirkan birokrasi yang lebih transparan dan responsif.
Bupati I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa tahun pertama adalah tentang memastikan arah pembangunan berada pada jalur yang tepat.
“Kami membangun pondasi. Arah pembangunan sudah kita tetapkan melalui RPJMD. Sekarang yang terpenting adalah konsistensi, kesinambungan, dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.
Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa menambahkan bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan desa adat harus bergerak bersama agar Karangasem benar-benar tumbuh merata,” tegasnya.
Memasuki tahun kedua, tantangan pembangunan tentu semakin kompleks. Namun dengan fondasi yang telah dibangun pada tahun pertama, Pemerintah Kabupaten Karangasem optimistis arah pembangunan telah berada pada jalur yang tepat, menuju Karangasem yang maju secara fisik, kuat secara sosial, dan berdaya saing secara ekonomi.(adv/bpn)












