
BALIPORTALNEWS.COM, KUTA – Komunitas Professional IT (ProfIT) Bali merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 melalui ajang 16th Anniversary Gathering 2026 yang digelar di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, Sabtu (14/2/2026). Mengusung tema ‘Connecting People, Technology & Ideas’, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus ruang berbagi gagasan bagi para profesional teknologi informasi di Bali.
Sekitar 700 anggota hadir langsung dalam kegiatan tersebut, dari total 908 peserta yang sebelumnya melakukan registrasi. Mereka berasal dari berbagai sektor industri, mulai dari perusahaan teknologi, perhotelan, perbankan, pendidikan, rumah sakit hingga pelaku usaha digital. Selain itu, puluhan mitra kerja di bidang teknologi informasi turut ambil bagian.
Chairman ProfIT Bali, Eka Kunindra Jaya, menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-16 sejatinya jatuh pada minggu ketiga Februari. Namun, karena tahun ini bertepatan dengan bulan puasa, perayaan dimajukan ke minggu kedua.
“Hari ini tepat 16 tahun Professional IT Bali berdiri. Untuk peserta, yang registrasi ada 908 orang, dan yang check-in sekitar 700-an. Data final masih kami rekap,” ujar Eka KJ sapaan akrabnya.
Dalam gathering tersebut, panitia membagi kegiatan ke dalam dua blok utama, yakni area pameran (exhibition) dan sesi presentasi. Beragam solusi teknologi dipamerkan, mulai dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sistem keamanan, hingga solusi digital untuk berbagai kebutuhan industri.
Meski tidak ada sesi khusus yang secara spesifik membahas Artificial Intelligence (AI), beberapa vendor turut menyinggung pemanfaatan AI dalam produk dan layanan mereka.
Eka KJ menilai, kehadiran AI justru menjadi peluang bagi para profesional IT, bukan ancaman.
“Dengan basic IT yang sudah mereka miliki, ditambah kemudahan tools AI, pekerja IT seharusnya bisa jauh lebih cepat beradaptasi dan berkembang dibandingkan yang baru belajar dari nol,” jelas Eka KJ.

Menurutnya, AI tidak bisa berdiri sendiri tanpa peran manusia.
“Tanpa orang yang memberi perintah, script, atau command, AI tidak bisa apa-apa. Justru orang yang mengerti algoritma dan sistem IT akan lebih mudah memodifikasi dan mengembangkan hasil dari AI itu sendiri,” tegas Eka KJ.
Melalui tema Connecting People, Technology & Ideas, ProfIT Bali ingin mendorong kolaborasi antarpelaku industri agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus melahirkan ide-ide baru.
Eka KJ berharap organisasi yang telah berdiri selama 16 tahun ini semakin solid dan memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
“Harapan kami, anggota yang bergabung bukan sekadar tercatat sebagai member, tetapi benar-benar merasakan manfaat. Mereka menemukan bahwa asosiasi ini tepat dan berguna untuk pengembangan profesional maupun bisnis mereka,” ujar Eka KJ kepada awak media.
Perayaan HUT ke-16 ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan ProfIT Bali dalam membangun ekosistem teknologi informasi di Pulau Dewata, serta memperkuat peran komunitas sebagai jembatan kolaborasi di era transformasi digital yang kian pesat.(tis/bpn)












